Belajar Rock Climbing di Krabi, Thailand

“A little to the right, there is a place to hold!” kata Simon memberikan petunjuk pada kami dengan sangat akurat. Dia memang sudah bertahun-tahun memanjat di sini sebelum menjadi guide, sehingga hapal betul hampir setiap rute di sini. Selain menjadi guide, ia pun berperan menjadi instruktur untuk wisatawan yang ingin belajar memanjat. Railay beach adalah salah satu lokasi ideal untuk belajar rock climbing untuk semua tingkatan. Railay memiliki lebih dari 700 jalur pemanjatan yang bervariasi dari grade 5a untuk pemula, sampai dengan grade ekstrim 8c, dan multipitch. Di sini terdapat beberapa operator rock climbing, wisatawan bisa menyewa peralatan dan memilih paket rock climbing yang diinginkan.

Railay Beach
Railay Beach

Krabi adalah sebuah provinsi yang terletak di tepi Laut Andaman, pantai Barat bagian Selatan, Thailand. Krabi memiliki garis pantai berpasir putih yang dibatasi tebing-tebing tinggi. Railay Beach, lokasi pemanjatan kami hari ini,merupakan salah satu pantai yang terkenal di sini. Tak jauh dari Railay, terdapat lokasi pemanjatan lainnya di Tonsai Beach. Keduanya memiliki karakteristik jalur pemanjatan tersendiri. Hal yang unik di sini adalah pemandangannya yang luar biasa. Hanya di sini kita bisa mendapatkan foto saat rock climbing dengan latar belakang pantai pasir putih dan laut berwarna turquoise.

Berbeda dengan di Indonesia, rute pemanjatan di Krabi terdata dengan baik dalam sebuah guide book. Ini sebetulnya hal yang umum ada di negara-negara maju. Namun kami tidak menyangka kalau negara tetangga kita di Asia Tenggara bisa melakukan hal ini. Selain terdata, jalur pemanjatan juga sangat terawat, hanger dan bolt diganti menggunakan bahan titanium untuk dapat menahan korosi. Inisiatif ini dibuat oleh sebuah organisasi non profit bernama Thaitanium Project yang dananya didapat dari donasi. Di Indonesia, jalur pemanjatan di tepi laut, seperti di Pantai Siung, Yogyakarta, tidak terawat karena hanger mudah berkarat akibat uap air laut.

Salah satu rock climbing kegiatan favorit di Krabi adalah Deep Water Solo, yaitu kegiatan rock climbing tanpa pengaman di tebing tepi laut. Walau tanpa pengaman pemanjat bisa jatuh dengan aman ke laut. Namun sayangnya, saat ini kegiatan ini tidak lagi diperbolehkan oleh otoritas Taman Nasional, kabarnya karena banyaknya guide yang membawa wisatawan tanpa mengindahkan aturan keselamatan. Tapi Basecamp Tonsai, salah satu provider Rock Climbing di Tonsai, masih menawarkan aktivitas ini, hanya saja dilakukan dengan ijin khusus dengan kuota yang sangat terbatas.

Abseiling from Escher World
Abseiling from Escher World

Buat yang tidak bisa berenang, ada pilihan menarik lain selain Deep Water Solo, yaitu Climbing Tour di Escher World. Escher World adalah sebuah gua karst yang terletak di Railay. Di awali dengan pemanjatan pagi tak jauh dari gerbang Escher World. Pemanjatan bisa juga dilakukan di gerbang gua, hanya saja tingkat kesulitannya tinggi. Lalu dilanjutkan dengan trekking menyusuri gua, mendaki deretan tangga bambu, berfoto dengan latar belakang Railay Beach yang sangat indah, dan diakhiri dengan abseiling ke pantai.

Kami memilih untuk tinggal di Krabi Town dan datang setiap pagi ke Railay atau Tonsai menggunakan Boat. Jauh dan agak repot memang, tapi dekat dengan aktivitas seperti pusat kuliner dan pasar malam. Kami tinggal di Pak-up Hostel Krabi, dibaca “Pekap” jangan salah baca, nanti bisa dipelototi banyak orang. Interior hostel ini bagus untuk harganya yang bersahabat. Selain memiliki cafe kecil juga dekat dengan restoran, atm, dan pasar. Nyaman buat beristirahat setelah seharian lelah berkegiatan rock climbing. Salah satu tempat favorit kami adalah pusat kuliner di dermaga, tak jauh dari Pak-up. Selain itu setiap akhir pekan juga ada kegiatan Pasar Malam di area Pecinan, tak jauh dari Pak-up. Saat yang tepat untuk mencoba aneka jajanan tradisional Thailand yang lezat.

Selain di Krabi Town, wisatawan juga bisa memilih tinggal di Ao Nang. Ao Nang memiliki deretan toko souvenir, restoran, dan penginapan yang mengingatkan akan Kuta, Bali. Kota kecil ini lebih dekat ke Tonsai Beach, hanya sekitar 15 menit menggunakan kapal kayu. Pilihan lain adalah menginap di Railay, di sana terdapat berbagai jenis penginapan, dari resort sampai dengan homestay.

Fedi Fianto

Selain melakukan kegiatan Mountaineering, Ia juga menekuni olahraga endurance seperti Marathon, Triathlon, dan Obstacle Race. Ia selalu berusaha untuk “doing extra miles” di setiap tantangan yang dipilihnya. Sampai saat ini ia telah berhasil menyelesaikan 2x IRONMAN Race; IRONMAN Western Australia dan IRONMAN Korea, yaitu long distance triathlon dengan jarak renang 3,8km, sepeda 180km, dan lari 42km (Full Marathon), Tokyo Marathon, dan Spartan Beast Malaysia. Selain itu ia adalah seorang Divemaster. Tulisan mengenai Scuba Diving bisa dibaca di www.yukdiving.com

Leave a Reply