Profil Tim Gapai Tinggi

Siapakah kelima sosok dibalik tim Gapai Tinggi? Selama ini mungkin anda hanya mengenal mereka melalui catatan-catatan perjalanan, reportase latihan ataupun foto-foto di beberapa kegiatan. Ingin mengenal mereka lebih jauh?  Yuk, mari kita simak satu persatu.

 Cak Lukik – Praktisi IT

995751_10200897736340276_663917009_n

Diperlukan dorongan yang kuat yang menghasilkan berbagai komitmen untuk menggapai mimpi kita. Hal ini juga yang dilakukan praktisi IT yang satu ini dalam persiapannya untuk mendampingi empat pendaki menuju  Ama Dablam. Ia memberi masukan pada tim sejak dari pemilihan agen pendakian, alat, dan selama proses pendakian itu sendiri, termasuk koordinasi dengan asuransi perjalanan ketika sebagian anggota tim harus dievakuasi ke Kathmandu.

Cak Lukik cukup dikenal di berbagai komunitas petualang, di awal-awal petualangan pendakiannya, ia menjajal rute “kreatif” di tanah air seperti mendaki Gn Semeru melalui Lumajang atau Gn. Rinjani melalui Torean atau Sesaot.

Kunjungannya ke kawasan Himalaya pertama kali dilakukan di tahun 1996,  melintas jalur trekking Everest Base Camp. Tahun  2010 ditemani sang istri tercinta, berdua mereka melintas jalur menuju Base Camp K2  di Pakistan, yang sering disebut sebagai Mountain of Mountaineers. Masih ditemani istri tercinta, pada 2011 ia kembali mengulang jalur Everest Base Camp – Lobuche East.

 

Fedi Fianto – Praktisi Teknologi Media Digital.

Selain melakukan kegiatan Mountaineering, olahraga Silat, Triathlon, dan Scuba Diving adalah sederetan aktivitas yang telah dicoba dan dijalani dengan serius oleh Fedi. Ia selalu berusaha untuk “doing extra miles” di setiap tantangan yang dipilihnya. Selain itu ia menekuni Scuba Diving dan mengabadikan keajaiban bawah laut di pulau-pulau cantik Indonesia. Tulisan mengenai kegiatan diving dapat dibaca di blog Yuk Diving. Ia juga aktif mengikuti Olah Raga Panjat Tebing dan tergabung dengan Jakarta Climbers.

Ama Dablam Summit
Ama Dablam Summit

Pada tanggal 22 Agustus 2013, jam 12.00 waktu setempat, Fedi Fianto berhasil menggapai puncak Gunung Ama Dablam 6.812 meter dpl, setelah melakukan pendakian langsung dari Basecamp selama 28 jam. Ia menjadi pendaki Indonesia kedua yang berhasil mencapai puncak Ama Dablam, setelah sebelumnya Alvin Egie Perdana pada 10 November 2012.  Beberapa tulisan di media online mengenai keberhasilan ekspedisi ini:

National Geographic Indonesia:  “Tudung Salju Gunung Ama Dablam, Nepal, Kembali Digapai Pendaki Indonesia” 

Detik Travel:  “Tim Pendaki RI Taklukan Puncak Ama Dablam, Nepal”

Tempo.co:  “Indonesian Climber Conquers Nepal’s Mount Ama Dablam “

Kompas Travel: “Merah Putih Berkibar di Puncak Ama Dablam”

 

Arief Hidayat – Praktisi IT 

185137_452986998057053_222356524_n

Apabila Anda baru bertemu dengannya maka sosok satu ini tampak pendiam dan serius. Namun setelah berbincang, maka terdengar celotehan ringan dari mulut pria penyuka segala gradasi warna biru ini. Gethuk, begitu panggilan akrabnya.

Gugusan pegunungan di Jawa dan Sumatera sudah pernah dicobanya, “mungkin jumlah gunungnya sedikit, namun saya suka mencoba jalur pendakian yang berbeda-beda di satu gunung” demikian ungkapnya. Sejauh ini yang paling berkesan adalah pendakian Gunung Raung di Banyuwangi, Jawa Timur yang merupakan gunung dengan jalur pendakian terekstrim di Pulau Jawa. Di berbagai pendakiannya itu pula, Gethuk menemukan keunikan beragam jalur-jalur pendakian yang dicobanya, dan partner hebat yang teruji yang menemani perjalanannya.

 

Nikk – Web Designer

1278928_610430405646044_831083600_o

Satu lagi anggota tim yang menyukai perjalanan dan kegiatan alam bebas ke tempat-tempat yang tidak biasa. Nikk demikian ia akrab disapa, lebih menyukai perjalanan yang tidak terprediksi, tersesat dan menemukan jalan kembali. Bersama Fedi, ia mencapai puncak Kala Phattar (5,545m) di Himalaya pada tahun 2010. Mereka juga menghabiskan waktu hampir sebulan menyusuri kota Zermat, Swiss; Svalbard, Norwegia; Faroe Island, Denmark yang mempertemukan mereka dengan Aurora Borealis yang spektakuler itu.

Berambut gondrong dengan lengan berotot hasil latihan rutin angkat beban, aneka gelang berbagai ukuran, kaos berlogo band metal dan berkendara motor besar adalah penampilan sehari-hari sosok satu ini.

 

Taufan Hidayat  – Praktisi Media

Pic red background

Selain mendaki gunung  ayah dari satu puteri ini juga seorang yang menikmati derasnya adrenalin dengan berlari. Tidak hanya berlari menapaki tanah datar di Senayan, tapi juga pada  jalur menanjak, yang tentunya membutuhkan kondisi fisik dan mental yang prima, He’s a badass, itu sebutan untuk dirinya.

Di sela-sela pekerjaan rutinnya sebagai jurnalis, di waktu luang ia kerap melakukan perjalanan ke luar kota untuk berburu kuliner khas di pasar-pasar tradisional. Sup Tom Yam adalah masakan yang seringkali dibuatnya untuk teman-teman seperjalanan mendaki gunung.  Tahun 2011 Taufan berhasil menggapai Island Peak (6189m). Ia adalah Tim Leader ekspedisi Ama Dablam 2013.

One thought on “Profil Tim Gapai Tinggi

  • October 30, 2015 at 2:03 am
    Permalink

    Keren2 saudara2ku ini, salut. Ikut bangga rasanya dada ini, ada lima orang putera bangsa yang ikut bawa harum nama Indonesia di alam raya Internasional

    Reply

Leave a Reply