IRONMAN Momen di Gurye Korea

“Fedi Fianto from Indonesia, you are an IRONMAN!” MC menyambut setiap peserta yang berhasil finish dengan menyebutkan nama dan asal negaranya. Sesuatu yang istimewa karena semua finisher adalah pemenang. Tetap istimewa walau ini adalah IRONMAN kedua saya. Menandai akhir sebuah perjalanan panjang. IRONMAN race sendiri merupakan lomba yang sangat panjang, jarak yang harus ditempuh dengan berenang 3.8km, bersepeda 180km, dan belum selesai, diakhiri dengan lari berjarak Full Marathon 42km. Tapi bukan itu yang saya maksud dengan perjalanan panjang.

IRONMAN Moment
IRONMAN Moment

Training Plan untuk IM Gurye ini dijalankan selama 29 minggu. Artinya secara total, kami Ironboys, berlatih selama 203 hari untuk race ini. Ya, latihannya setiap hari. Pagi lari, sore sepeda, pagi berenang, sore gym, dan seterusnya. Karena Triathlon hanya salah satu dari kegiatan olahraga saya, maka saya kombinasikan dengan latihan Obstacle Race, bersama Indonesian Spartans, dan Sport Climbing. Sibuk. Remuk.

Berat? Tentu saja. Hal yang membuat saya kembali berlatih setiap hari adalah teman yang saya temui saat latihan dan ketika lomba. Mereka adalah teman-teman istimewa yang pernah saya kenal. Ini memberikan saya motivasi lebih, untuk tetap berlatih dan secara teratur mengikuti lomba. Tim Indonesia yang berangkat ke Korea sebanyak 14 atlit. Kontingen IRONMAN Indonesia terbesar sampai saat ini. Ironboys: Handi, Ryan, dan saya sendiri, juga atlit lainnya: Arkav, Bugs, Eko, Gungde, Haryo, Kelvin, Lia, Rizki, Sunu, Willy, dan Xtoredy. Sebagian sudah saya kenal sejak lama.

Pemilihan IM Gurye ini dimulai dari diskusi di grup WA Ironboys. Seperti biasa kami memilih race mana yang sesuai untuk dijalani bersama. Kebetulan tahun 2017 ini Ryan akan mengikuti IRONMAN race pertamanya. Beberapa opsi muncul, mulai dari IM Barcelona, sampai IM Taiwan. Saya sendiri lebih suka tempat baru yang belum pernah saya datangi sebelumnya. Sementara Ryan mempertimbangkan biaya. Akhirnya dipilih jalan tengah IM Korea. Di desa Gurye. Race IM pertama di negeri asal Gangnam Style tersebut. Sebelumnya hanya 70.3. Saya pilih karena udara dingin dan bike course yang “flat”. Walau kemudian direvisi menjadi “mostly flat”. Ntah apa maksudnya. Karena race pertama biaya didiskon 50% dari race IM umumnya. Good deal!

Pada hari Senin, di minggu race, saya mengalami dehidrasi akut, suhu badan tinggi, dan harus dikompres es. Gawat. Mungkin akibat latihan yang terlalu berlebihan. Saya beristirahat penuh selama 2 hari. Hari Rabu saat keberangkatan badan terasa lebih fit. Kami terbang bersama Garuda Indonesia, penerbangan langsung Jakarta – Incheon. Bertemu dengan Handi, Xto & Inta, dan Sunu di Bandara. Satu hal yang menenangkan dari Garuda Indonesia adalah peralatan olah raga, dalam hal ini Bike Box, tidak dihitung secara ketat, dan tidak harus membayar biaya tambahan. Handlingnya bagus. Tenang. Kami berangkat hari Rabu tengah malam, dan tiba pagi harinya di Incheon. Perjalanan kurang lebih 7 jam.

Di Incheon kami disambut robot, eh bukan, itu ternyata robot pembersih, dijemput oleh shuttle bus yang akan membawa kami ke Gurye. Selain shuttle bus gratis, gratis karena gak ditagih sampai hari ini :)) , panitia juga menyediakan truk khusus pengangkut bike box gratis! Google Maps tidak berjalan di Korea, ntah kenapa, petanya ga lengkap, dan ga bisa navigasi. Ini Korea Utara atau Selatan? Jangan-jangan kami salah mendarat. Akibatnya sesampainya di Gurye, sekitar 4 jam perjalanan, supir bus gak bisa menemukan alamat Hotel kami. Alhasil bus berputar-putar sebanyak 3 loop selama 2 jam. Walau setidaknya lebih cepat dari 3 loop saya ketika race nanti.

Gurye sendiri ternyata benar-benar desa kecil di sebuah lembah sungai yang dikelilingi perbukitan. Katanya surga bagi para ultra trail-runners. Nah silahkan dicoba untuk yang senang trail running. Kami menginap di Nogodan Guest House and Hotel. Hotel mungil yang cukup bagus. Kamar kecil, pas untuk dua bike box. Tapi bike box ga kunjung datang. Ternyata ditinggalkan begitu saja di hotel lain. Untung Mr. Moon–panitia setempat–dengan sigap membantu kami. Sepeda kami segera kami rakit. Syukurlah tidak ada masalah teknis.

Hanya ada satu mini market dekat hotel. Tapi menjual bahan makanan yang lumayan lengkap. Seperti ketika di IM Western Australia tahun lalu, saya masak sendiri. Bawa rice cooker dan electric pan; beras Pandan Wangi, abon, dan rendang sapi William Wongso. Kalo ditanya, alasannya supaya asupan gizi sebelum race tetap terjaga. Maklum sering ga cocok dengan makanan lokal.  Padahal sih menghemat :p Untung saja, banyak keluhan dari teman-teman yang sulit mendapatkan makanan yang cocok di desa itu.

Race Day -2, kami habiskan untuk tes sepeda, melakukan registrasi, dan yang paling ditunggu-tunggu, berbelanja atribut IM dan berfoto dengan logo M Dot. Ketika sesi bike practice pagi, chain sempet ngelock akibat kedua gear masuk ke yang paling besar. DI2 oh DI2. Untung Gungde berhasil menemukan cara unlocknya. Thanks! Anehnya hal ini gak pernah terjadi sebelumnya. Saya memang menggunakan wheelset baru, tapi menggunakan sprocket 11-32 yang sama. Aneh. Pada siang hari tersebut matahari terik dan suhu mencapai 35C. Sore hari ditutup dengan jogging santai sekitar 10km.

Race Day -1, pagi hari kami melakukan swim practice, hari yang agak berbeda dengan hari sebelumnya, mendung dan berkabut. Danau ditutupi kabut. Seperti Sillent Hill. Suhu air ternyata tidak dingin, hanya 23C. Tidak sedingin di Busselton yang mencapai 18C. Pada race ini wetsuit bersifat opsional. Hampir semua peserta mengenakannya. Siangnya saya kembali melakukan bike practice, dan chain kembali ngelock. Untungnya kali ini sudah tau caranya. Saya hanya harus memastikan hal ini tidak terjadi lagi ketika race. Hal yang kami amati setelah melakukan dua kali bike practice adalah jalanan di Gurye yang menipu. Keliatan turun padahal masih menanjak. Oleh karena itu harus terus memantau grade di bike computer agar tidak membuang tenaga. Banyak dapet ilmu baru dari Handi. Thanks bro! Sorenya kami melakukan bike check-in. Sekaligus menaruh Transition Bag di raknya. Berbeda dengan 70.3, pada IRONMAN race, peserta diberi 2 Transition Bag, satu untuk Bike Leg, berisi Helm, Sepatu, Kacamata, dsb; satu lagi untuk Running Leg, berisi Sepatu Lari, Race Belt dengan BIB, Visor, dsb. Barang-barang tersebut tidak boleh diletakkan di rak sepeda. Disediakan tenda ganti untuk kedua transisi tersebut.

10 September 2017. Race Day! Kami berangkat jam 5 pagi menggunakan shuttle bus. Tentu sarapan terlebih dahulu. Langsung menuju Transition Area untuk memompa ban sepeda dan meletakkan perbekalan selama race: 1.5 liter air minum untuk diisi ke Speedfill, satu bidon berisi 5 SIS gel yang dicampur dengan air, 10 salt stick, 10 wingko, ngetop gara-gara Abdoel, 5 dodol picnic garut, 5 bungkus kecil kacang, dan 5 lontong nasi abon. Sebelum race dimulai tim Indonesia sempat berfoto bersama.

Tim Indonesia
Tim Indonesia

Swim Leg. Dilakukan dengan rolling start, bergantian memasuki area start. Rute berbentuk V terbalik. Berbalik arah kembali ke arah start di ujung V. Di ujung V terdapat gate dengan sensor yang harus dilewati oleh triathlete. Start renang saya lakukan dengan santai. Saya tidak melompat ke air. Saya harus menjaga heart rate agar tetap rendah. Renang pun saya sengaja kurangi kecepatannya, mengingat bike leg yang sangat menantang nantinya. Menghemat tenaga. Rute cukup mudah untuk dinavigasi. Buoys cukup jelas dan ada tali pembatas rute. Suhu air sedikit lebih rendah dari sebelumnya, sekitar 22C. Kondisi berkabut. Kabut semakin tebal ketika melewati sudut V dan jarak pandang menjadi terbatas, hanya sekitar 200m saja. Air keruh kehijauan, zero visibility, di bawah air sama sekali tidak bisa melihat perenang terdekat. Ga ada contekan. Alhasil terpaksa secara teratur melihat ke depan. Di ujung V sebelum putar arah, kami sampai di Gate, ternyata Gate tersebut sangat sempit, sehingga atlit saling bertabrakan. Sangat mengganggu.

Bike Leg. Ini adalah leg terlemah buat saya. Sejak awal saya dengan hati-hati memantau Heart Rate agar tetap di zona 3 dan menimalkan tekanan di otot Quads. Pada tanjakan pertama sekaligus tanjakan tertinggi di race ini, grade 10, terdengar teriakan, “Ayo Cervelo!” rupanya Sunu mendahului saya. Padahal saya Fedi, bukan Cervelo. Mungkin Sunu juga lelah mendaki tanjakan ini 🙂 “Santai bro.. masih jauh,” saya jawab. Tak lama kemudian Xto menyapa dari arah puncak. Tanjakan pertama tertinggi terlalui. Jangan senang dulu. Menuju arah danau mendadak perut saya sakit. Mungkin karena terminum air danau. Terpaksa mampir di toilet di Water Station (WS) pertama untung antrian cuma satu. Dari sini jalan menurun menuju Bike Loop yang berbentuk Y. Salah satu ujung Y adalah tanjakan reservoir, satu ujung lagi lembah sungai. Tanjakan reservoir adalah tanjakan yang ujungnya cukup tinggi, grade 9-10, yang dicicil sejauh 4 km. Di sini saya bertemu dengan Lia yang sudah turun dari tanjakan. Di ujung tanjakan disambut dengan musik Top 40, yang diputar oleh seorang pengendara moge yang berteriak untuk memberikan semangat kepada para atlit. Otot Quads, terutama Vastus Medialis, terasa kencang juga. Harus berhati-hati pada loop berikutnya. Ujung Y yang lain ternyata menyenangkan, menuruni lembah yang rindang. Adem. Sebagai bonus atlit dihadiahi head wind yang sejuk. Turun tapi gak bisa ngebut jadinya. Ujung Y lainnya relatif mudah. Tantangan terbesar adalah harus melalui tanjakan reservoir lagi dan lagi. Kali kedua quads saya sudah mulai sakit. Kali ketiga. Supaya tidak keram, saya beristirahat di WS persis sebelum tanjakan. Makan, minum, meluruskan badan, sambil menatap tanjakan yang akan dilalui. Lagi. Ini ternyata dilakukan juga oleh triathlete Indonesia lain. Rute diakhiri dengan jalan tol yang cukup panjang dan membosankan, yang juga dilalui truk dan kendaraan lainnya, hanya dibatasi cone saja.

IRONMAN Bike Leg
IRONMAN Bike Leg

Running Leg. Selesai Bike Leg buat saya seperti dah finish. Tinggal masalah catatan waktu aja. Tapi saya seperti biasa gak terlalu ambisius sih. Gak kena CoT dah bagus, syukur-syukur dapet Personal Best (PB). Lari saya mulai dengan santai, zona tiga, pelan sekali. Melewati jembatan sungai yang indah menuju Running Loop. Di perjalanan kembali bertemu Bugz, sebelumnya kami bertemu di akhir bike leg. Kami lari bersama sambil mengobrol. Pace gosip. Satu loop sejauh 14km. Kami bertemu dengan Ryan, yang masih lari seperti kijang, dan mengajak Pace 7. Bertemu dengan Willy, Xto, Gungde, dan kemudian Lia. Yang menarik adalah kami masih sempat bersalaman, mengobrol pendek, dan saling memberikan semangat. Malah saya, Bugz, dan Willy sempat-sempatnya berpose untuk foto bersama. Memasuki km 10 akhirnya di zona 3 kami memasuki pace 7. “Mulai seru nih,” dalam hati saya. Eh beberapa saat kemudian plantar kedua kaki saya kram, sehingga tidak bisa bergerak sama sekali. Untung Bugz tetap menunggu dan membantu dengan memberi air minum dan Willy sempat mampir mengingatkan untuk meminum lebih banyak salt stick. Thanks bro!

IRONMAN Running Leg
IRONMAN Running Leg

Sudah lupakan catatan waktu, yang penting finish sebelum CoT. Saya jalan pelan-pelan dari WS ke WS. Menyiramkan air es ke kaki dan badan. Akhirnya kram di kaki hilang. Saya jalan, lari, jalan lari. Bertemu dengan Handi yang juga sedang jalan, saya kira sudah finish dari tadi-tadi, karena dia biasanya Ironboys yang tercepat. “Lo kalo jalan masih finish kan?” tanya Handi. Awalnya saya pikir ya, tapi ternyata setelah dihitung lagi tidak. Harus dipaksa lari. Syukurnya semakin lama kondisi kaki semakin baik dan saya bisa lari lagi sampai finish. Mengibarkan bendera Merah Putih. Bangga!

Secara umum saya suka race ini, walaupun penyelenggaraan di bawah standar race IRONMAN lainnya. Ga ada keluhan kecuali kendala bahasa. Akhirnya kami Ironboys, saya, Handi, dan Ryan, semuanya telah menjadi IRONMAN! But Boys will be Boys!

Tulisan tentang IRONMAN Korea 2017 lainnya:

Emerald Ironman

Tips:

  1. Preview rute bisa dilihat di sini
  2. Strategi jarak IRONMAN berbeda dengan 70.3. Pada bike leg sebaiknya atlit memakan makanan padat, menyiapkan energi untuk lari nantinya. Saya dan Ryan memilih nasi abon.
  3. Penitipan Bike Box di Airport Incheon ada di lantai tiga sayap paling kiri dan paling kanan. Tapi pasti sudah penuh oleh peserta lain. Tapi ada penitipan lain tersembunyi di Basement 3. Turun dari lift tengah dan ikuti petunjuk menuju subway station. Lokasinya persis di sebelah gate masuk subway station.
  4. Internet. Simcard lokal mahal. Internet bisa menggunakan paket dari Telkomsel atau menyewa Simcard Yassgo yang bisa dipesan online dan diambil di Bandara Incheon.
  5. Electric plug sama persis dengan Indonesia (220V).
  6. Nogodan Guesthouse and Hotel juga menyediakan fasilitas dapur yang bisa digunakan bersama. Terletak di ujung hotel. Pintu masuk terpisah diakses dari luar.
  7. Gunakan Google Translate untuk berkomunikasi dengan siapapun, karena di Korea jarang yang bisa berbahasa Inggris apalagi di desa kecil, kecuali Mr. Moon. Tapi jangan dengan teman satu tim, karena akan dibalas dengan, “Apaan sih?!”

Fedi Fianto

Selain melakukan kegiatan Mountaineering; Ia juga menekuni olahraga Triathlon, Obstacle Race, dan Scuba Diving. Ia selalu berusaha untuk “doing extra miles” di setiap tantangan yang dipilihnya. Sampai saat ini ia telah berhasil menyelesaikan 2x IRONMAN Race; IRONMAN Western Australia dan IRONMAN Korea, yaitu long distance triathlon dengan jarak renang 3,8km, sepeda 180km, dan lari 42km (Full Marathon), Tokyo Marathon, dan Spartan Beast Malaysia.

10 thoughts on “IRONMAN Momen di Gurye Korea

    • September 22, 2017 at 2:17 pm
      Permalink

      hahaha amiiiin bro!

      Reply
  • September 22, 2017 at 2:39 pm
    Permalink

    Bacanya saja hayati lelah… 😂😂 Congrats again!

    Reply
    • September 22, 2017 at 2:56 pm
      Permalink

      hahaha… thanks Tine!

      Reply
  • September 22, 2017 at 4:15 pm
    Permalink

    Wakakakakaka… Kita kudu race bareng lagi lah, pace gossip yg ga berasa kaya lari FM! 😂😂😂

    Reply
    • September 22, 2017 at 4:16 pm
      Permalink

      hahaha sayang gw kram… kalo nggak beneran gosip sampe finish 😁

      Reply
  • September 22, 2017 at 4:54 pm
    Permalink

    congrat yah … belum kepikiran untuk naik kelas neh

    Reply
    • September 22, 2017 at 7:34 pm
      Permalink

      thanks bro! Tinggal daftar aja… semangaaat 💪💪

      Reply
  • September 22, 2017 at 6:27 pm
    Permalink

    GAGAH dan JANTAN

    Reply
    • September 22, 2017 at 7:34 pm
      Permalink

      😅😅😅

      Reply

Leave a Reply