Kia Kaha and Bring It On!

Mendebarkan! Itulah yang saya rasakan saat ini H-2 sebelum keberangkatan ke Christchurch New Zealand untuk mendaki Mount Aoraki, dikenal juga sebagai Mount Cook. Gunung ini terletak di deretan pegunungan Southern Alps yang sangat terkenal keindahannya. Siapa yang tak kenal dengan keindahan lansekap New Zealand? Bahkan panorama Middle Earth pada film Lord of The Rings pun dibuat dengan latar di deretan pegunungan ini. Kali ini Gapai Tinggi akan berusaha melihat keindahan New Zealand dari puncak tertingginya.

Gapai Aoraki
Through Crevasses and Hanging Glacier

Mount Aoraki adalah nama yang diberikan Suku Maori, suku asli Pulau Selatan New Zealand, untuk gunung tertinggi di Australasia ini (Australia dan New Zealand). Menurut legenda Maori, Aoraki adalah anak dari Rakinui (Sky Father) yang dalam perjalanan mengelilingi Papatuanuku (Earth Mother) terdampar dan membeku menjadi batu. Karena Mount Aoraki dianggap sangat suci oleh suku Maori, maka pendaki dilarang untuk menginjak titik tertinggi gunung ini. Sedangkan nama Mount Cook diambil dari nama Kapten James Cook, yang bernavigasi dan melakukan survey di kepulauan New Zealand pada tahun 1770.

Puncak Mount Aoraki pertama kali digapai pada 25 Desember 1894 oleh George Graham, Jack Clark, dan Tom Fyfe. lebih dari 100 tahun yang lalu. Jangan terkecoh oleh ketinggiannya, Mt Aoraki memiliki grade Alpine 4-, hanya ada jalur technical menuju puncak. Artinya puncak Mt. Aoraki tidak bisa dicapai dengan trekking seperti Mt. Elbrus dan Mt. Aconcagua, untuk mendakinya diperlukan kemampuan Ice Climbing. Jalur yang akan diambil oleh pendaki Gapai Tinggi melewati Linda Glacier adalah jalur standar, termudah tapi sekaligus yang paling berbahaya, karena melintasi deretan Crevasses dan Hanging Glacier. Oleh karena itu pendakian melewati jalur ini harus dilakukan dengan cepat. Pendakian juga harus mempertimbangkan kondisi cuaca yang sangat cepat sekali berubah karena pengaruh Angin Selatan yang disebut dengan Roaring Forties.

gapai aoraki 2
Way to the Summit

Pendaki Fedi Fianto akan mendaki bersama guide Nick Morgan dari Adventure Consultants. Pendakian akan dilakukan dengan teknik Alpine Climb/Moving Together. Proses pendakian dijadwalkan mulai tanggal 29 Oktober 2015 dimulai dari desa Twizel di kaki Mt. Aoraki.

Jadwal pendakian:

29 Oktober 2015 – Christchurch, NZ.

30 Oktober 2015 – Twizel Village

31 Oktober 2015  – Plateau Hut (flight in)

1 November 2015 – Summit Attempt

2 November 2015 – Summit Attempt

3 November 2015 – Weather Contingency

4 November 2015 – Plateau Hut (flight out)

Puncak Aoraki digapai oleh tim pendaki Indonesia dari Mapala UI pada tahun 1987 dan Garuda Stapala tahun 1990. Pendaki Gapai Tinggi telah melakukan latihan dan simulasi untuk menghadapi tantangan menuju puncak Aoraki. Semoga kami mampu untuk menggapai puncaknya. Kia Kaha (Stay Strong) and Bring It On!

Tulisan oleh Fedi Fianto. Foto milik Adventure Consultants.

Fedi Fianto

Selain melakukan kegiatan mendaki gunung, ia juga menekuni kegiatan fotografi dan videografi. Ia selalu berusaha untuk “doing extra miles” di setiap tantangan yang dipilihnya, dan itu dibuktikannya dengan mengikuti kompetisi Triathlon dan Marathon. Selain itu ia pun menekuni Olahraga Selam dan mengabadikan keajaiban bawah laut di pulau-pulau cantik Indonesia di antaranya Bali, Ambon, Wakatobi, Alor, dan Lembeh.

2 thoughts on “Kia Kaha and Bring It On!

    • October 28, 2015 at 7:33 pm
      Permalink

      hahaha yes that is true… you should join us on next expedition Oom Ginting

      Reply

Leave a Reply