The Nature’s Window, Kalbarri National Park.

Jalanan berpasir kami lewati. Matahari bersinar terik. Sepanjang mata memandang terlihat  Padang Savana yang gersang. Namun udara musim gugur ini memang terasa sejuk. Cukup membuka jendela sedikit saja. Tak perlu menyalakan AC. Ini adalah bagian dari Road Trip kami menyusuri Pesisir Barat Australia. Perjalanan hari ini adalah menuju sebuah lokasi yang ikonik. The Nature’s Windows. Sebuah jendela alami pada bentang alam yang terbentuk 400 juta tahun yang lalu, dari formasi batuan sedimen yang disebut Tumblagooda Sandstone.

Gravel Road
Driving on Gravel Road

Taman Nasional Kalbarri terletak 560 km di sebelah utara kota Perth. Untuk mencapainya, kami harus terlebih dahulu mengendarai mobil ke Kota Kalbarri. Kota Kalbarri merupakan kota kecil yang terletak di tepi pantai bertebing dengan sunset yang indah. Terdapat beberapa jalur trekking sepanjang pantai tersebut. Tersedia berbagai kelas penginapan, baik Hostel maupun Resort. Di sini, wisatawan dapat menginap dan membeli perbekalan sebelum melanjutkan perjalanan ke taman nasional. Jangan lupa membeli air minum! Pengunjung dihimbau untuk membawa bekal air yang cukup untuk berwisata di taman nasional. Tidak tersedia sumber air di sana, apabila ada pun tak layak diminum.

Taman Nasional Kalbarri terkenal dengan lembah sungai bertebing yang disebut Gorges. Dua Gorges yang paling terkenal adalah The Loop dan Z Bend. Dari Kota Kalbarri, wisatawan harus mengendarai mobil sejauh kurang lebih 37 km untuk mencapai The Loop. Dua per tiganya jalan berpasir. The Loop adalah titik awal trekking menuju The Nature’s Windows. Pilihan lainnya adalah mengikuti tur wisata. Walaupun jalan berpasir, namun citycar pun dapat melalui jalan ini. Seperti juga mobil yang kami kendarai. Walau tidak boleh terlalu kencang, karena resiko oversteer alias tergelincir. Kami sempat mengalami oversteer karena melakukan pengereman mendadak untuk menghindari lubang pasir. Karena lokasinya yang sangat terpencil, tanpa penerangan sama sekali, wisatawan sebaiknya datang di pagi hari dan pulang sebelum matahari terbenam.

Pagi itu kami memilih untuk terlebih dahulu menuju The Loop. Di sana terdapat sebuah titik pandang yang dilengkapi parkir mobil, papan informasi, dan fasilitas barbecue gratis. Ya gratis. Tinggal bawa makanan mentah. Gas sudah disediakan. Tungku dioperasikan dengan tombol timer. Dari tempat parkir wisatawan melanjutkan perjalanan dengan trekking. Jalur trekking cukup jelas. Lokasi The Nature’s Window rupanya tak terlalu jauh, hanya setengah jam jalan saja. Jalurnya aman, sesuai untuk piknik keluarga. “Wow!” seru kami ketika sampai di lokasi tersebut. Tidak salah reputasinya. Sedimentasi batuan pasir yang berlapis-lapis telah membuat tumpukan sedemikian rupa sehingga membentuk bingkai. Dari dalam bingkai bisa terlihat pemandangan indah di latarnya.

Wild Kangaroo
Wild Kangaroo

Dari The Nature’s Windows. Kami turun ke lembah sungai. Melintasi jalan setapak berpasir. Kami menjumpai sebuah sarang rayap (termite mound) berukuran raksasa. Ini adalah spesies sarang rayap  yang hanya hidup di Afrika, Amerika Selatan, dan Australia. Tak jauh, terlihat dua ekor kanguru liar sedang memakan daun. Mereka nampak cuek. Tak terganggu kehadiran kami. Mungkin sudah sering melihat manusia. Sedikit mengendap, saya mencoba memotret kanguru cantik itu, Di Australia Barat, Kanguru memang hidup liar. Ketika menyupir kendaraan pada malam hari, pengemudi harus berhati-hati, karena hewan nocturnal tersebut sering menyebrang jalan tiba-tiba dengan berkelompok. Tak heran sering ditemukan bangkai kanguru di sepanjang rute perjalanan menuju Exmouth. Saya sendiri hampir menabrak kelompok kanguru dekat kota Kalbarri. Di siang hari pengemudi pun harus berhati-hati karena berbagai jenis hewan seperti Sapi. Landak, dan Burung Unta bisa saja menyebrang tiba-tiba.

Jalur trekking berputar membutuhkan waktu 3 jam. Karena terbatasnya waktu, kami memutuskan untuk kembali ke tempat parkir, dan menggunakan mobil menuju Gorges Z Bend. Lokasi Z Bend tak jauh dari The Loop. Bisa ditebak. Nama Z Bend didapat dari sungai yang berbentuk Z. Dari titik pandang, wisatawan dapat menuruni lembah yang curam dan berenang di sungainya. Sekarang kami tau asal kata “Gorgeous” berasal. Tulisan oleh Fedi Fianto.

 

Fedi Fianto

Selain melakukan kegiatan mendaki gunung, ia juga menekuni kegiatan fotografi dan videografi. Ia selalu berusaha untuk “doing extra miles” di setiap tantangan yang dipilihnya, dan itu dibuktikannya dengan mengikuti kompetisi Triathlon dan Marathon. Selain itu ia pun menekuni Olahraga Selam dan mengabadikan keajaiban bawah laut di pulau-pulau cantik Indonesia di antaranya Bali, Ambon, Wakatobi, Alor, dan Lembeh.

2 thoughts on “The Nature’s Window, Kalbarri National Park.

  • January 26, 2015 at 11:42 am
    Permalink

    Numpang tanya… untuk mengendarai mobil di Australia, apakah boleh hanya menggunakan sim A yg dikeluarkan di Indonesia ? atau harus punya sim internasional ? Thx, sebelumnya…

    Reply
    • February 3, 2015 at 4:41 pm
      Permalink

      Hi Julie. Sori baru baca commentnya. Seharusnya sih bisa dengan sim A. Tapi kemarin kami diberhentikan Polisi di Kalbarri dan ditilang AUD 50 karena SIM A Indonesia tidak ada translasi bahasa inggrisnya :(. Jadi sebaiknya punya SIM Internasional.

      Reply

Leave a Reply