Horang Kayaaa!

“Horang kayaaaa!” sorak kami sambil tertawa setiap kami melihat helikopter mendarat di Ama Dablam Base Camp. Maklum untuk menyewa helikopter untuk terbang langsung dari bandara Lukla biayanya cukup mahal. Helikopter juga bisa disewa di Tengboche,. Tak jauh dari Tengboche Monastery terdapat Helipad, bukan Helipad seperti di Jakarta yang ditandai huruf H besar. Helipad di Tengboche cuma sekadar lapangan kosong yang rata. Dengan membayar sekira USD 4.000 dari Kathmandu, turis bisa menyewa helikopter untuk berkeliling dan melihat Everest dari atas, dan mendarat di Ama Dablam Base Camp. Tentu saja tidak bisa lama-lama, paling lama sekitar 15 menit, se lain karena kalo terlalu lama si turis bisa terkena AMS (Acute Mountain Sickness). Selain itu Pilot pasti tidak mau menunggu lama-lama :p

Mendaki ke ketinggian 5.000 mdpl
Mendaki ke ketinggian 5.000 mdpl

Ini adalah hari ke 12 ekspedisi Gapai Tinggi Ama Dablam 2013. Sesuai rencana hari ini kami beraklimatisasi ke ketinggian 4.950 mdpl sebagai persiapan untuk menempati Camp 1 keesokan harinya. Hari ini terasa cukup berat, karena kami hanya diberi waktu selama 2 jam untuk mendaki naik sejauh yang kami bisa, lalu harus segera kembali untuk makan siang. Syukurlah kami bisa menyelesaikan rencana tersebut dan menikmati makan siang lezat yang disediakan koki tim di Base Camp. Sementara itu kedua Climbing Sherpa kami, Ganesh dan Dome Sherpa melanjutkan perjalanan ke Camp 1 untuk membangun tenda dan meletakkan sebagian peralatan dan logistik pendakian, lalu mereka akan kembali ke Base Camp. “Apakah aman meletakkan barang begitu saja?” tentu ini adalah pertanyaan normal untuk awam. Ya aman, karena di Himalaya dan gunung-gunung tinggi lainnya di dunia hal ini adalah praktek yang lazim. Tidak ada seorang pendaki pun yang akan mengambil barang yang bukan miliknya di sebuah gunung. Tentu hal ini tidak berlaku untuk gunung-gunung di Indonesia, dijamin pasti diembat orang :p

Bukit dekat di Base Camp 4.950 mdpl
Bukit dekat di Base Camp 4.950 mdpl

Seperti biasa kami tetap mencoba mengupdate berita baik untuk keperluan blog, press release, maupun yang paling penting memberi kabar kepada keluarga tercinta. Sayangnya tidak ada sinyal di Base Camp. Oleh karena itu kami harus turun ke arah Pangboche untuk melakukan hal ini. Letih memang tapi ini hal penting yang kami harus lakukan. Kabar yang kami sampaikan adalah kondisi pribadi dan tim, cuaca, dan curhat kecil lainnya.

Fedi Fianto

Selain melakukan kegiatan Mountaineering; Ia juga menekuni olahraga Triathlon, Obstacle Race, dan Scuba Diving. Ia selalu berusaha untuk “doing extra miles” di setiap tantangan yang dipilihnya. Sampai saat ini ia telah berhasil menyelesaikan 2x IRONMAN Race; IRONMAN Western Australia dan IRONMAN Korea, yaitu long distance triathlon dengan jarak renang 3,8km, sepeda 180km, dan lari 42km (Full Marathon), Tokyo Marathon, dan Spartan Beast Malaysia.

One thought on “Horang Kayaaa!

Leave a Reply