Mengapai Ama Dablam Base Camp

Hari ke 8 Ekspedisi

Ama Dablam terlihat sangat cantik berdiri di depan kami. Lokasi Pangboche memang berada di kaki Mount Ama Dablam. Oleh karena itu, semua ekspedisi pendakian Ama Dablam selalu dimulai dari desa kecil ini. Di Everest View Lodge tempat kami bermalam pun terlihat banyak stiker dan bendera berbagai tim ekspedisi Ama Dablam dari berbagai negara. Kami pun berencana menempelkan stiker Tim Gapai Tinggi dan Bendera Merah Putih di sini sebagai kenang-kenangan.

Logistik tim dijadwalkan untuk sampai esok hari ke Pangboche, sedikit terhambat akibat cuaca buruk di Lukla. Logistik yang dikirim berupa peralatan pendakian, seperti tali, climbing gear, tenda, peralatan masak, dan bahan baku makanan. Logistik ini dikirim terpisah dengan porter dan dikawal oleh Ganesh, climbing guide kami, dan diangkut menggunakan Jobkyo, sejenis kerbau. Oleh karena itu kami belum bisa membangun tenda dan menempati Base Camp Ama Dablam hari ini.

Kami pun memutuskan untuk trekking ke Base Camp dari lodge kami di Pangboche. Ini adalah hari pertama kami mencapai Ama Dablam Basecamp. Jalan menuju menuju Base Camp cukup curam sehingga perjalanan membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Tujuan kegiatan ini adalah pengenalan jalur sekaligus aklimatisasi ke ketinggian 4.600 mdpl. Hari ini kami tidak akan tinggal di Base Camp, tapi akan kembali pulang dan bermalam di Pangboche. Perjalanan pun kami mulai dengan melintasi sungai, setelah itu kami disambut dengan tanjakan yang cukup curam, lalu melintasi padang berpasir. Di perjalanan kami melintasi sisa-sisa salju yang mengeras. Rupanya salju tebal yang diakibatkan Siklon Tropis di India mulai mencair terkena sinar Matahari yang terik. Kami pun dapat merasakan panasnya pantulan sinar Matahari di salju.

Ama Dablam Base Camp
Ama Dablam Base Camp

Setelah perjalanan menanjak setinggi 600 meter vertikal kami pun sampai di Base Camp Ama Dablam. Hamparan tenda-tenda kuning pun menyambut kami. Rupanya ini adalah tenda milik tim ekspedisi yang tersisa. Seperti diketahui sebelumnya, dari 20 tim yang melakukan ekspedisi pendakian Ama Dablam, hanya tinggal 6 tim yang tersisa termasuk Tim Gapai Tinggi.

Infografis Pangboche
Infografis Pangboche

 

Fedi Fianto

Selain melakukan kegiatan Mountaineering; Ia juga menekuni olahraga Triathlon, Obstacle Race, dan Scuba Diving. Ia selalu berusaha untuk “doing extra miles” di setiap tantangan yang dipilihnya. Sampai saat ini ia telah berhasil menyelesaikan 2x IRONMAN Race; IRONMAN Western Australia dan IRONMAN Korea, yaitu long distance triathlon dengan jarak renang 3,8km, sepeda 180km, dan lari 42km (Full Marathon), Tokyo Marathon, dan Spartan Beast Malaysia.

Leave a Reply