Langit Cerah di Tengboche

Hari ke 7 Ekspedisi.

“Hore langit cerah!” Ya, langit yang cerah menyambut kami di pagi hari. Langit biru jernih berada di atas kami. Tidak ada satu awan pun. Dengan cuaca yang cerah ini kami bisa melihat Mount Ama Dablam dan Mount Everest di kejauhan dengan jelas. Ini adalah kabar baik bagi Tim Gapai Tinggi, dua hari ini cuaca di atas Ama Dablam cerah. Hal ini memungkinkan salju yang sudah menumpuk sebelumnya akibat cuaca buruk di minggu lalu bisa mencair. Mungkin rekan-rekan sudah dengar bahwa pada beberapa minggu lalu salju menumpuk tinggi akibat Siklon Tropis di India. Langit cerah merupakan kabar baik, karena dengan mencairnya salju, tim Sherpa dapat melanjutkan upaya memasang jalur Fix Rope dari Camp 2 ke Puncak Ama Dablam. Upaya ini sebelumnya terhenti akibat tingginya tumpukan salju dan bahaya longsor. Dari 20 tim yang tahun ini mendaki Ama Dablam tinggal 6 tim yang tersisa. 14 tim lainnya sudah memutuskan turun membatalkan rencana pendakian mereka.

Tengboche and Ama Dablam
Tengboche and Ama Dablam

Kabar baik pun kami dengar dari Ganesh, climbing guide kami, bahwa logistik tim sudah tiba di Lukla. Hal ini berarti jadwal pendakian kami akan tepat sesuai jadwal yang direncanakan.Hari ini rencana kami untuk melanjutkan perjalanan ke Pangboche 3.900 mdpl. Kegiatan ini hanya akan memakan waktu 2-3 jam saja. Lokasi Pangboche sangat dekat dengan Ama Dablam Base Camp. Kami berencana ke Base Camp keesokan harinya.

Kami pun menyempatkan diri untuk mampir ke Tengboche Monastery yang sangat terkenal itu. Pintu monastery terbuka sehingga kami bisa masuk ke dalam dan menyaksikan prosesi doa. Terompet Dungchen pun terdengar sayup sayup ditiup oleh para Bhiksu. Sayangnya kami tidak diperbolehkan untuk mengambil foto dan video di dalam Tengboche Monastery.

Kami pun melanjutkan perjalanan menuju Pangboche melintasi sebuah sungai dengan air yang berwarna biru muda. Sepanjang jalan kami pun tak lupa untuk mengabadikan Mount Ama Dablam yang indah dari berbagai sudut.

Fedi Fianto

Selain melakukan kegiatan mendaki gunung, ia juga menekuni kegiatan fotografi dan videografi. Ia selalu berusaha untuk “doing extra miles” di setiap tantangan yang dipilihnya, dan itu dibuktikannya dengan mengikuti kompetisi Triathlon dan Marathon. Selain itu ia pun menekuni Olahraga Selam dan mengabadikan keajaiban bawah laut di pulau-pulau cantik Indonesia di antaranya Bali, Ambon, Wakatobi, Alor, dan Lembeh.

Leave a Reply