Aklimatisasi di Namche Bazaar

Hari ke 5 Ekspedisi.

Siang itu kami menikmati Coklat Panas sambil melihat Mount Everest. Di tempat berketinggian 3.800 mdpl ini terdapat sebuah lodge dan resto yang indah yang bernama Everest View. Material batu mendominasi arsitektur lodge yang didirikan oleh pionir pendaki dari Jepang. Everest View memang memiliki lokasi yang strategis, persis di atas bukit, di Syangboche. Dari lodge ini trekker dapat menikmati pemandangan Mount Everest dan Mount Ama Dablam sambil bersantai di kursi dan meja yang sudah disediakan. Ini merupakan bagian dari aklimatisasi tim Gapai Tinggi. Aklimatisasi adalah proses adaptasi tubuh terhadap ketinggian untuk menghindari Acute Mountain Sickness (AMS). Hal ini pun dilakukan oleh semua pendaki dan trekker di Himalaya.  Kami tinggal satu hari di Namche Bazaar sambil melakukan trekking ringan, hanya membawa daypack, mendaki sekitar 400 m vertikal ke Everest View, Shyangboche.

Lodge at Namche Bazaar
Lodge at Namche Bazaar

Tentu saja pemandangan dari Shyangboche sangatlah indah, dari atas terlihat desa Namche Bazaar terbentang di sebuah lembah yang dikelilingi gunung-gunung tinggi bersalju. Salah satunya adalah Thamserku di sebelah Timur dan Kunde di sebelah Barat. Di Shyangboche terdapat juga bandar udara kecil dan helipad. Kami pun menyempatkan diri berfoto di depan sebuah Rescue Helicopter. Heli yang sering digunakan untuk kegiatan penyelamatan di kawasan Himalaya ini.

Setelah menyeruput secangkir Coklat Panas, kami pun kembali ke Namche Bazaar. Kami menyempatkan diri untuk berbelanja beberapa perlengkapan, sekedar untuk melengkapi hal-hal kecil yang terlewat. Di Namche terdapat berbagai toko perlengkapan outdoor yang cukup lengkap dan menjual berbagai merk terkenal seperti Outdoor Research, Mountain Hardwear, TNF, La Sportiva, RAB, dsb. Selain itu juga terdapat berbagai toko souvenir dan grocery. Tentu saja harganya lebih mahal dibandingkan di Kathmandu. Untuk transaksi kami harus menggunakan cash yang kami bawa dari Kathmandu, karena di Namche hanya ada satu ATM, itu pun dengan jumlah penarikan yang sangat terbatas. Setelah puas berkeliling dan berbelanja kami kembali ke Shona Lodge tempat kami menginap. Kami harus segera beristirahat karena besok kami akan melanjutkan perjalanan yang cukup panjang ke Tengboche. Di Shona Lodge kami bertemu dengan kang Sofyan Arief Fesa dan kang Nunu dari tim Bandung Juara yang baru saja turun dari Lobuche East. Kami pun bertukar cerita tentang pendakian Ama Dablam.

Above Namche
Above Namche

Fedi Fianto

Selain melakukan kegiatan mendaki gunung, ia juga menekuni kegiatan fotografi dan videografi. Ia selalu berusaha untuk “doing extra miles” di setiap tantangan yang dipilihnya, dan itu dibuktikannya dengan mengikuti kompetisi Triathlon dan Marathon. Selain itu ia pun menekuni Olahraga Selam dan mengabadikan keajaiban bawah laut di pulau-pulau cantik Indonesia di antaranya Bali, Ambon, Wakatobi, Alor, dan Lembeh.

Leave a Reply