Masuk ke Pintu Gerbang Himalaya

Hari ini, Jumat 1 November 2013, hari ke-4, merupakan hari yang sangat istimewa buat Tim Gapai Tinggi karena hari ini kami telah memasuki pintu gerbang Himalaya. Tadi siang sekitar pukul 11.00 kami telah melintasi pintu gerbang Sagarmatha National Park. Kantor taman nasional ini terletak di jalur trekking dari Phakding menuju Namche Bazaar. Kami pun membeli tiket masuk ke taman nasional. Sambil beristirahat kami melihat isi galeri kantor taman nasional ini. Di dalam galeri tersebut terdapat berbagai infografis tentang Mount Everest dan berbagai gunung lainnya di deretan pegunungan Himalaya ini. Yang menarik juga terdapat sebuah diorama tiga dimensi yang menunjukkan gunung-gunung, desa-desa, dan jalur trekking. Kami pun menyempatkan diri untuk berfoto bersama.

Hari sebelumnya, Kamis 31 Oktober 2013, kami berangkat dari Kathmandu menuju Tenzing-Hillary Airport Lukla, dengan menggunakan sebuah pesawat kecil milik maskapai Simrik Airlines. Pagi harinya, pukul 06.00 kami berangkat dari Hotel menuju Bandara Domestik. Dini harinya, peralatan dan logistik ekspedisi kami cek ulang dan dimasukkan ke dalam Duffle Bag berdasarkan jenis dan penggunaanya. Peralatan yang akan kami gunakan nanti di Basecamp dan masa pendakian kami pisahkan dengan peralatan untuk trekking. Kami pun tiba di Bandara Domestik sekitar pukul 07.00, kami pun melakukan check in dan melakukan penimbangan kargo. Maklum pesawat yang digunakan hanya pesawat kecil sehingga bukan hanya Duffle Bag dan Day Pack yang ditimbang, tapi kami pun turut ditimbang. Sekitar pukul 09.00 kami pun akhirnya boarding. Di bus bandara saya sengaja duduk dekat pintu supaya bisa paling depan masuk di pesawat. Maklum tempat duduk tidak ditentukan di tiket.  Saya sengaja melakukan ini agar bisa duduk di paling depan dekat pilot sehingga bisa memotret Himalaya dari udara. Pesawat kami pun berangkat pukul 10.00.

Blogpost
Writing Blogpost

Disambut dengan cuaca cerah dan langit biru kami pun tiba di Tenzin-HIllary Aiport Lukla yang sangat unik itu. Tulisan tentang airport ini bisa dibaca di blogpost “Mendarat di Bandara Paling Berbahaya di Dunia” . Sesampainya di Lukla kami pun bergegas untuk melakukan pengecekan kargo. Setelah melakukan pengecekan kami pun memulai trekking ke Phakding. Jalur trekking ini menurun terus, karena Phakding terletak pada ketinggian yang lebih rendah dibandingkan Lukla. Suhu pun mulai terasa dingin, sekitar 17 derajat Celcius, Kami berjalan santai sekitar 3-4 jam. Kami pun sangat menikmati perjalanan, pemandangan yang menyambut kami terlalu indah untuk dilewatkan begitu saja. Phakding terletak di tepi sungai Dudh Koshi, Dudh berarti susu, karena warna airnya yang jernih bak susu, Kami pun menginap di tempat ini.

Sore hari sekitar pukul 4 kami pun tiba di Namche Bazaar, desa unik pusat kegiatan pendakian di kawasan Himalaya. Kisah tentang Namche Bazaar bisa dibaca di artikel Namche Bazaar, Desa Megapolitan di Himalaya Malam ini dan besok kami menginap di desa ini untuk melakukan Aklimatisasi, sebuah proses adaptasi terhadap ketinggian. Tulisan oleh Fedi Fianto. Infografis oleh Nikk.

nfografis - Lukla, Phakding, Namche Bazaar
Infografis – Lukla, Phakding, Namche Bazaar

Fedi Fianto

Selain melakukan kegiatan mendaki gunung, ia juga menekuni kegiatan fotografi dan videografi. Ia selalu berusaha untuk “doing extra miles” di setiap tantangan yang dipilihnya, dan itu dibuktikannya dengan mengikuti kompetisi Triathlon dan Marathon. Selain itu ia pun menekuni Olahraga Selam dan mengabadikan keajaiban bawah laut di pulau-pulau cantik Indonesia di antaranya Bali, Ambon, Wakatobi, Alor, dan Lembeh.

Leave a Reply