Welcome to Nepal!

“Welcome to Nepal”  sebuah papan selamat datang menyapa kami di Tribhuvan International Airport. Bandara yang merupakan  salah satu pintu gerbang Himalaya ini berada di ibu kota Nepal, Kathmandu. Siang ini, tanggal 29 Oktober 2013, Tim Ekspedisi Indonesia Gapai Tinggi  Ama Dablam 2013, baru saja mendarat dengan pesawat Air Asia dari Jakarta, setelah sebelumnya transit terlebih dahulu di Kuala Lumpur.  Pesawat kami mendarat kurang lebih pukul 14.00 waktu setempat, atau sekitar 15.15 waktu Indonesia. Perjalanan tersebut cukup melelahkan karena dalam beberapa hari terakhir anggota tim sibuk melengkapi perlengkapan masing-masing. Dari peralatan pendakian, pakaian untuk suhu ekstrim dingin, peralatan fotografi dan videografi, sampai panganan khas Indonesia untuk memanjakan lidah kami yang beku nanti.

Arrived at Tribhuvan International Airport
Arrived at Tribhuvan International Airport

Kali ini adalah kali kedua saya mendarat di bandara ini. Bandara ini memiliki arsitektur dengan sentuhan terracotta yang unik. Kami pun langsung bergegas menuju antrian Visa. Untuk masuk ke Nepal, pengunjung manca negara dapat langsung datang dan membayar Visa on Arrival. Biaya Visa on Arrival berbeda-beda sesuai lama waktu tinggal. Karena ekspedisi kami membutuhkan waktu 38 hari, maka kami mengurus Visa untuk 30 hari terlebih dahulu, lalu memperpanjangnya pada saat kembali nanti.

Tim Gapai Tinggi terdiri atas 4 Pendaki; Taufan sebagai Ketua Tim Pendaki, lalu saya (Fedi), Gethuk, dan Nikk sebagai anggota tim. Selain itu tim ini juga diperkuat Cak Lukik sebagai Manajer Tim yang akan memantau dari tanah air. Kami akan secara berkala berkomunikasi dengan beliau baik berupa update berita maupun konsultasi teknis.

Kedatangan kami disambut oleh Ganesh, guide kami dari Adventure Geo Trek, agency ekspedisi kami di Nepal. Geo Trek membantu kami untuk mengurus perijinan dan membantu mempersiapkan logistik pendakian. Tanpa disangka kami disambut dengan pemberian alungan bunga dan dijemput dengan mobil minibus. Kami pun diantarkan ke Hotal Harati, tempat kami menginap selama di Kathmandu.

Peralatan pendakian sangat penting untuk keberhasilan ekspedisi ini, oleh karena itu kami pun segera menghubungi Shona Shop di Kathmandu untuk memesan Down Suit, baju khusus untuk pendakian ekstrim dingin. Baju ini harus melekat pas dengan bentuk tubuh agar nyaman ketika digunakan ketika mendaki. Alternatif lain adalah menyewa, memang lebih murah tapi kemungkinan tidak terlalu nyaman digunakan. Kami mendapatkan informasi bahwa dibutuhkan waktu 2-3 hari untuk membuat Down Suit ini, semoga bisa selesai lebih cepat karena dalam 2 hari kami akan terbang ke Lukla.

Selain Down Suit, kami pun masih membutuhkan berbagai perlengkapan lain, oleh karena itu kami pun bergegas menuju jalan Tridevi-Marg tempat toko-toko outdoor seperti TNF, Salewa, dan Mountain Hardwear berada. Tujuannya untuk mensurvey harga beberapa alat yang kami butuhkan. Saya sendiri menyempatkan membeli jam Suunto Vector dan Silk Lining untuk Sleeping Bag. Untuk beberapa jenis alat, seperti carabiner, jumar, gri2, helm, sepatu trekking, harga di sini jauh lebih murah dibandingkan di tanah air. Perjalanan kami hari ini pun ditutup dengan makan malam di Resto Yangling yang menjual makanan khas Tibet.

Besok rencananya kami akan menuju kantor Adventure Geotreks, agen ekspedisi kami di Kathmandu, untuk berkoordinasi mengenai peralatan dan jadwal ekspedisi. Semoga masih ada waktu untuk berjalan-jalan di Thamel untuk berbelanja oleh-oleh untuk hadiah kuis #gapaitinggi #AmaDablam baik di twitter maupun di facebook. Yuk ikut kuisnya ^ ^

Tulisan oleh Fedi Fianto. Follow live tweet saya mengenai ekspedisi ini di www.twitter.com/fedifianto.

Fedi Fianto

Selain melakukan kegiatan mendaki gunung, ia juga menekuni kegiatan fotografi dan videografi. Ia selalu berusaha untuk “doing extra miles” di setiap tantangan yang dipilihnya, dan itu dibuktikannya dengan mengikuti kompetisi Triathlon dan Marathon. Selain itu ia pun menekuni Olahraga Selam dan mengabadikan keajaiban bawah laut di pulau-pulau cantik Indonesia di antaranya Bali, Ambon, Wakatobi, Alor, dan Lembeh.

Leave a Reply