Melintasi Celah Tinggi Cho La

Kami melintasi hamparan salju sepanjang mata memandang dengan gembira. Hari itu memang merupakan salah satu hari yang spesial selama perjalanan kami menuju Everest Base Camp (EBC). Tempat bernama Cho La ini adalah salah satu celah tinggi yang sangat terkenal di hamparan pegunungan Everest. Disebut celah tinggi, atau dalam bahasa Nepal “La”, karena lokasinya berada di ketinggian 5420 meter dpl, lebih tinggi dari semua gunung yang ada di Asia Tenggara dan Australia. Celah ini menghubungkan Ngozumpa Glacier di Barat dan Khumbu Glacier di Timur, tempat EBC berada.

Cho La Pass
Cho La Pass

Hari itu adalah hari ke 10 perjalanan kami di Everest Basecamp. Pagi harinya, kami berangkat dari Dragnag melewati dataran yang dipenuhi bebatuan besar. Kami harus mencari jalan di antara bebatuan tersebut. Sesampainya di kaki Cho La Pass kami pun beristirahat sejenak. Dari sana terlihat tanjakan terjal yang harus kami lalui nanti.  “Ide siapa nih lewat sini segala?” canda kami setelah melihat tanjakan terjal yang harus dilalui tersebut. Serombongan pejalan lainnya pun terlihat sedang melalu tanjakan tersebut dengan susah payah. Tiba-tiba seekor burung kecil hinggap di tempat kami beristirahat. Ia pun mendekat, sama sekali tidak melihat kami sebagai ancaman, seperti sedang mengajak bermain.

Setelah mengumpulkan tenaga dan niat, kami  pun melanjutkan perjalanan. Kami harus berhati-hati di sini karena longsor kerap terjadi. Rupanya tanjakan terjal itu tidak terlalu terasa melelahkan, mungkin karena setelah mendaki Gokyo Ri 5.357 meter dpl kami menyempatkan beristirahat satu hari di sana, sehingga tubuh kami sudah beraklimatisasi dengan baik. Pada saat mendaki saya berada di depan rombongan, hampir tersesat, untung saja dari belakang pemandu kami menunjukkan jalur pendakian yang benar.

Sesampainya di Cho La Pass, kami pun melihat pemandangan yang luar biasa indah yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Sebuah hamparan salju sejauh mata memandang yang diapit oleh puncak tinggi di kedua sisinya. “Oh ini toh yang disebut celah tinggi,” pikir kami saat itu. Tak jauh dari tempat kami berdiri terlihat seperti lubang besar seperti kolam yang membeku, mirip seperti yang kami lihat hari sebelumnya ketika melintasi Ngozumpa Glacier. Kami pun menyempatkan diri untuk berfoto bersama, namun angin yang mendadak kencang pun membatasi waktu kami.

Cho La Pass
Cho La Pass

Ketika hendak melanjutkan perjalanan, kami bertemu dengan seorang pejalan dari Inggris. Ia berjalan sendirian tanpa pemandu dan rombongan. “I was thinking that today was my last day,” katanya. Rupanya ia menyesal melewati Cho La Pass sendirian. Perubahan cuaca yang bisa terjadi tiba-tiba, membuat celah ini berbahaya untuk dilewati sendirian. Kami pun melanjutkan perjalanan melintasi Cho La Pass. Cuaca pun mendadak berubah menjadi cerah. Kondisi ini sangat membantu kami untuk melewati salju yang cukup tebal dan kadang licin karena terkena matahari. Karena kami menggunakan sepatu trekking biasa, tanpa tambahan alat untuk berjalan di salju, kami harus berjalan dengan berhati-hati.

Di ujung celah tinggi, menunggu pemandangan yang luar biasa, di sini kami sekali lagi menikmati pemandangan Gunung Ama Dablam yang indah, muncul di antara puncak-puncak lain di sekitarnya. Kami pun melanjutkan perjalanan turun menuju Dzongla.  Itinerary perjalanan lengkap bisa dilihat di sini. Tulisan dan foto oleh Fedi Fianto.

Tips: Cho La merupakan satu dari tiga celah tinggi di EBC trek, selain itu terdapat Renjo La dan Kongma La. Untuk melalui ketiganya dibutuhkan waktu sekira 23 hari perjalanan. Solo trekking dapat dilakukan dengan aman di EBC, tapi untuk melewati celah tinggi tersebut sebaiknya bergabung dengan rombongan lain.

Peta Cho La Pass:

icon-car.pngKML-LogoFullscreen-LogoQR-code-logoGeoJSON-LogoGeoRSS-LogoWikitude-Logo
Cho La Pass

loading map - please wait...

Cho La Pass 27.959500, 86.789944

Fedi Fianto

Selain melakukan kegiatan Mountaineering; Ia juga menekuni olahraga Triathlon, Obstacle Race, dan Scuba Diving. Ia selalu berusaha untuk “doing extra miles” di setiap tantangan yang dipilihnya. Sampai saat ini ia telah berhasil menyelesaikan 2x IRONMAN Race; IRONMAN Western Australia dan IRONMAN Korea, yaitu long distance triathlon dengan jarak renang 3,8km, sepeda 180km, dan lari 42km (Full Marathon), Tokyo Marathon, dan Spartan Beast Malaysia.

Leave a Reply