Wisata Marathon di Bali

Bak atlet nasional yang sedang bertanding membela negara, kami disambut secara istimewa oleh warga desa Gianyar Bali. Pagi itu, warga tua dan muda berderet-deret berdiri di pinggir jalan. Di setiap desa,  anak-anak berderet melambaikan tangan menyambut kami. Sebagian berseru, “Indonesia!”, sebagian lagi berseru Hidup Bali Marathon!”. Mereka memberi semangat kami yang sedang berlari. Kami pun disambut dengan tari-tarian oleh pemudi Bali. Sambutan ini kembali berulang dari satu desa ke desa lain yang kami lewati. Pagi itu sungguh luar biasa. Kami pun menyempatkan diri untuk berfoto bersama mereka.

Tentunya kami bukan atlet nasional, hanya wisatawan yang sedang menikmati wisata lari di Bali. Hari minggu itu, kami mengikuti event BII Maybank Bali Marathon 2013.   Marathon kok wisata? Mungkin ini terdengar aneh. Tapi pada marathon kali ini kami memang benar-benar menikmati keindahan desa Gianyar dan keramahan warganya. Empat puluh dua kilometer lari di jalan raya yang biasanya membosankan, terobati dengan indahnya persawahan dan suasana desa Gianyar. Jalur lari pun tidak melulu jalan raya yang lurus dan datar, tapi diselingi suasanya pedesaan melewati bukit dan lembah. Kontur naik dan turun memang melelahkan, tapi ternyata bisa membunuh kebosanan.

BII Maybank Bali Marathon 2013
BII Maybank Bali Marathon 2013

Acara ini kali ini diikuti oleh 566 pelari untuk kategori Full Marathon seperti yang saya ikuti, dan ribuan lainnya untuk kategori Half Marathon dan 10K. Bukan hanya dari Indonesia, acara ini juga banyak diikuti peserta dari negara tetangga dan mancanegara. Tentunya juga diikuti atlet-atlet nasional dan internasional. Yang sangat berkesan bagi saya adalah kategori kursi roda.  Kategori ini diikuti peserta penyandang disabilitas berkursi roda. Mereka tampak sangat bersemangat dan bergembira, walaupun harus berkursi roda sejauh 8 km, naik dan turun, lebih panjang dari rencana semula.

Keluarga pelari pun bisa menunggu dengan nyaman di lokasi Start/Finish di Bali Safari Marine Park.  Sementara menunggu mereka bisa bersafari melihat hewan-hewan yang hidup di taman itu. Mereka pun tetap bisa memantau posisi para pelari menggunakan aplikasi berbasis web yang disediakan oleh RunID. Pelari mengenakan nomer Bib yang dilengkapi dengan RFID tag. Setiap beberapa km, terdapat check point yang terhubung secara online yang akan mencatat lokasi peserta secara realtime. Lokasi tersebut kemudian terupdate ke website dan bisa dikonfigurasi untuk secara otomatis mengupdate status di twitter dan facebook.

BMBM2013 Finish Line
BMBM2013 Finish Line

Pada paruh kedua lari ini, saya pun bertemu dengan rekan pelari dari negara tetangga. Et Tey dan rekan-rekan pelari dari Malaysia. Mereka tampak kompak saling menyemangati satu dan lainnya. Sejak awal sampai akhir lari, ia tidak lupa untuk selalu mengabadikan para pelari, suasana, dan berbagai momen lain. Sementara itu saya menyesal tidak membawa kamera saku, karena iPhone yang saya miliki sulit digunakan untuk mengambil foto sambil berlari. Dengan jari yang basah dengan keringat, layar sentuhnya menjadi tidak berfungsi. Di garis Finish, saya menyempatkan menyapanya dan meminta ijin untuk menggunakan foto-fotonya untuk tulisan ini. “Sebarkan dan racuni!”, begitu pesan pelari kawakan ini. Tulisan oleh Fedi Fianto.

 

Fedi Fianto

Selain melakukan kegiatan mendaki gunung, ia juga menekuni kegiatan fotografi dan videografi. Ia selalu berusaha untuk “doing extra miles” di setiap tantangan yang dipilihnya, dan itu dibuktikannya dengan mengikuti kompetisi Triathlon dan Marathon. Selain itu ia pun menekuni Olahraga Selam dan mengabadikan keajaiban bawah laut di pulau-pulau cantik Indonesia di antaranya Bali, Ambon, Wakatobi, Alor, dan Lembeh.

4 thoughts on “Wisata Marathon di Bali

  • July 12, 2013 at 6:11 pm
    Permalink

    Saya juga nyesal gak bawa kamera….

    Reply
    • July 13, 2013 at 12:16 am
      Permalink

      Banyak momen hilang… pengalaman tuk marathon berikutnya…

      Reply
  • July 12, 2013 at 11:30 pm
    Permalink

    marathon pertama saya… sepanjang lari dari start sampai finish saya sangat senang dan bahagia:)

    Reply
    • July 13, 2013 at 12:15 am
      Permalink

      Selamat tuk marathon pertamanya! ^ ^

      Reply

Leave a Reply