Catatan lari dari Singapore

TR MacRitchie

Singapore, dibalik kemegahan negeri tetangga yang imut imut ini  ternyata   memililiki lusinan lintasan lari yang terawat dengan baik.  Lintasan larinya pun beragam, mulai dari lintasan di pusat perbelanjaan Orchard, menyusuri sungai, berputar-putar di kawasan marina, hingga lintasan menembus hutan di Bukit Timah sampai di MacRitchie Reservoir.

Beberapa kali singgah di sana, baru pekan lalu berkesempatan untuk menjajal lintasan larinya. Di sela-sela menemani padatnya acara pesiar si kecil di sana, dua kali saya berhasil mencuri waktu untuk bersimbah keringat menyusuri dua lintasan lari yang berbeda, di Botanic Garden dan MacRitchie reservoir.

Botanic Garden cuma selemparan kolor dari Traders Hotel tempat kami menginap, buka dari jam 5 pagi sampai tengah malam. Pagi-pagi buta di sana, tak hanya pelari yang berkeliaran di sana, banyak pula penggiat olah raga Tai Chi dan orang-orang yang tengah membawa anjingnya berjalan-jalan. Aroma  segar bunga dan dedaunan larut dalam segarnya udara pagi pada sepanjang lintasan itu.

Pagi berikutnya ditemani seorang teman saya menjajal lintasan lari dari Buona Viesta MRT station, menyusuri bekas jalur kereta dari Singapore ke KL, lanjut menuju Bukit Timah yang merupakan titik tertinggi di Singapore, kemudian menyusuri lintasan trail di kawasan MacRitchie reservoir. Di sana saya sempat bertemu dengan beberapa ekor monyet , juga aliran air yang jernih di kawasan hutan.

Pada dua lintasan lari itu,bolehlah saya mengacungkan dua jempol saya, karena bersih dan terawat dengan baik.

Pulau seluas 700 kilometer persegi ini  bener-bener runner friendly loh. Pada peta kompak yang disediakan secara cuma-cuma di bandara dan di hotel, selain informasi belanja dan wisata, peta itu juga menggambarkan lintasan-lintasan lari, beserta jarak dan jenis lintasan yang dimaksud, apakah itu menyusuri kawasan pemukiman, kawasan wisata dan sebagainya.  Beberapa lintasan bahkan dilengkapi dengan loker untuk menyimpan pakaian, tempat makan di ujung lintasan dan tempat parkir yang memadai.

Antusiasme pelari di sini juga luar biasa. Kuota pendaftaran untuk sebuah lomba lari  bisa terpenuhi hanya dalam hitungan jam hingga hitungan hari. Sebagai contoh tiket pendaftaran untuk 12 ribu pelari pada ajang The Color Run Singapore Agustus nanti habis dalam waktu 3 jam, padahal pertiketnya dipatok seharga S$50, cukup mahal untuk hitungan jarak lari 5 k saja.

Menurut sebuah informasi yang saya baca,   bakal ada 54 lomba lari sepanjang tahun ini. Ini berarti  setiap akhir pekan ada lomba lari, bahkan ada yang dua lomba lari yang dilakukan secara bersamaan pada pekan tertentu.

Di sini, di kampong saya, di Jakarta, kami punya beberapa komunitas lari yang secara regular melakukan lari bersama.  Keterbatasan fasilitas dan lintasan lari di sini tidak lantas membuat para penggemar lari di sini berkecil hati. Setiap pagi dan sore hari, kawasan Stadion Utama Senayan pastinya dipenuhi oleh para pelari yang rutin berlari di sana. Minggu pagi saat diberlakukannya Car Free Day di Jalan Sudirman – Thamrin, jalan ini juga penuh dengan pelari, pesepeda dan orang-orang yang berolahraga.  Bagi yang rela bertungkus lumus, pada akhir pekan  banyak juga gerombolan pelari yang berlari di kawasan perbukitan Sentul, Bogor, hingga di Puncak area.

Para penggiat olah raga lari di kota-kota besar seperti Jakarta tentunya berharap ada lebih banyak ruang publik yang bisa digunakan untuk berlari dengan suasana yang lebih runner friendly tentunya. Jadi anda bisa membayangkan kan, betapa gatelnya kaki saya saat bertemu dengan para pelari di banyak tempat selama di sana, sepanjang akhir pekan kemarin..

Peta Lokasi:

icon-car.pngKML-LogoFullscreen-LogoQR-code-logoGeoJSON-LogoGeoRSS-LogoWikitude-Logo
Mac Ritchie

loading map - please wait...

Mac Ritchie 1.344822, 103.822351

2 thoughts on “Catatan lari dari Singapore

  • July 18, 2013 at 11:58 am
    Permalink

    Kalo di Tanjung Selor lari-larinya di Bandara mas. Jadi disesuaikan kapan bandara kosong supaya bisa berlari di sepanjang landasan. Ntah itu lari dari kenyataan apa lari dari kejaran orang-orang ganteng semua tumplek di situ. hehehe

    Reply
  • November 28, 2013 at 8:29 am
    Permalink

    Selamat Pagi….

    Menarik sekali baca posting ini.
    Saya mo nanya-2 sedikit, boleh ya :
    1. Di lintasan lari mana aja yah yg ada penitipan tasnya,,,menarik neh
    2. Kalo di Botanical garden ,, ada tempat nitip tas ga ya ???
    Maklum sambil trip kerjaan kalo ke sana,,, nyempetin bisa lari-2.

    Thx a lot

    Reply

Leave a Reply