Berburu sunrise dengan si kecil

Saat perjalanan menuruni bukit, si kecil berkata, “ ini seperti musim semi ya yah, “ ujarnya sambil menunjuk pada rerumputan dan ilalang yang berwarna hijau keemasan karena terpapar cahaya matahari pagi. Berulang kali si kecil menghentikan langkah untuk mengambil gambar, lukisan pagi nan cantik dari cameranya. Pagi  itu kami tengah berburu matahari terbit di bukit Sikunir, Dieng, Wonosobo.

IMG_4400

 

Ini adalah perburuan matahari terbit kami yang ketiga. Dua yang pertama adalah di  Gunung Bromo dan Kawah Ijen saat ia masih SD. Waktu itu ia belumlah mau mempersenjatakan dirinya dengan camera, tapi yang terakhir kemarin ia bahkan sudah mengatur white balance dan ISO setting di cameranya saat sebelum tidur.  Saat alarm berbunyi untuk kami bersiap bangun dari pembaringan, saya selalu mendengar permintaan manjanya, “ lima menit lagi ya yah,” katanya.

IMG_4415

Perburuan matahari terbit di Bukit Sikunir dimulai sejak pagi masih buta. Jam 4.00 kami sudah meninggalkan homestay, menembus gelap dan kabut, menyusuri jalan-jalan desa yang sunyi. Separuh jalan menuju Bukit Cikunir, jalan aspal mulus berganti dengan, jalan makadam , tanpa ada penerangan jalan dan papan petunjuk jalan. Berulang kali pula saya memindahkan transmisi ke gigi rendah untuk melewati medan jalan berbatu yang menanjak dan berkelok-kelok.

Nafasnya sedikit tersengal saat menapaki jalur menanjak menuju puncak bukit. Langkahnya terus diayunkan mengikuti pemandu kami yang berjalan di depan, sesekali ia akan berhenti untuk mengatur nafasnya, minum seteguk air dan melanjutkan perjalanan kembali.

Jam lima lebih sedikit kami tiba di puncak bukit setinggi 2350 meter di atas permukaan laut. kami bertiga menjadi orang pertama yang tiba di atas sana. Beberapa menit kemudian menyusul pedagang kopi sachet yang biasa menjajakan kopi bagi para pemburu matahari terbit ini. Dan kami menunggu detik-detik matahari itu muncul sambil menyesap segelas milo hangat.

IMG_4402

Menyaksikan terbit matahari bersama si kecil adalah saat-saat yang istimewa buat saya, melihat matanya berbinar saat sang mentari mulai membuka kabut pagi, adalah hal kecil yang membuat saya bangga menjadi Ayahnya. Ah saya mulai bermimpi untuk mengajaknya mengunjungi Namche Bazar juga Khumjung Village suatu saat nanti.

Bukit Sikunir direkomendasikan oleh beberapa blog pejalan sebagai tempat terbaik untuk menikmati matahari terbit di kawasan dataran tinggi Dieng. Menurut saya anda juga bisa membawa anggota keluarga yang lain untuk menikmati matahari terbit dari Bukit Sikunir. Cuma butuh 30 menitan trekking ringan dari parkiran mobil, dan jalur menuju puncak cukup aman.

 

Leave a Reply