Hampir Preikestolen

.

Sisa tenaga saya kerahkan untuk sesegera mungkin mencapai Preikestolen, sore itu. Langkah-langkah lebar ini terasa menyiksa paru-paruku, karena kontur bebatuan di tebing fjord Lysefjorden sungguh tidak nyaman buat telapak kakiku yang terbiasa merambah tanah empuk di pegunungan Indonesia. Seseorang yang kutemui sebelum saya berlari tadi mengatakan hanya butuh waktu 2 jam menuju Preikestolen. Ya, lumayan cepat menurutku. Segera saya melesat berkejaran dengan semburat langit sore yang makin gelap. Gigiran dan puncakan beberapa telah kulalui, berharap Preikestolen ada di baliknya. Namun, awan gelap dan angin kencang menghentikan langkahku di dua buah danau, 1 jam sebelum ku mencapai Preikestolen. Argh!

frameA_1_f05

Pesawat Scandinavian Airlines yang membawa saya akhirnya mendarat mulus di Sola, bandara Stavanger, Norwegia, setelah 1 jam sebelumnya transit di Oslo. Seorang kawan lama sudah menunggu di depan gerbang terminal internasional, dan lalu mengajakku menginap di rumahnya. Terus terang, kali ini saya tidak ada persiapan mengunjungi Norwegia. Belum survei harus kemana dan mau ngapain. Saya hanya memiliki 3 hari 2 malam di Stavanger. Dan akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Preikestolen, karena beberapa destinasi ciamik semisal Kjerag maupun Lysebotn sudah tidak menerima turis lagi, lantaran badai dan salju musim gugur telah tiba.

Stavanger merupakan kota besar di pesisir barat daya Norwegia, jika kamu lihat di peta kira-kira 220 km dari selatan Bergen yang terkenal itu. Sejak booming tambang minyak dan industrinya di pertengahan 1970-an, membuat kota pelabuhan Stavanger menjadi kota terbesar keempat di Norwegia. Pada umumya kota-kota pesisir di Norwegia, Stavanger terletak di mulut beberapa fjord besar, salah satunya adalah Lysefjorden.  Ini kota mahal menurut dompet saya, tetapi murah di transportasi umum. Trayek busnya teratur seperti lalu lintas umumnya di Eropa. Menuju tengah kota di mana mereka menyebutnya Centrum atau Old Stavanger atau Gamle Stavanger, saya melanjutkan berjalan ke pelabuhan besarnya, menunggu ferry sebentar, dan lalu membawa saya ke sisi seberang fjord. Modern? Tentu saja! Kapal ferry yang nyaman ini rupanya bertugas setiap 1 jam sekali mengantarkan penumpang bolak-balik dari Stavanger ke Tau, titik pemberangkatan saya menuju Preikestolen nanti.

Sebagai gambaran, Preikestolen atau Pulpit Rock merupakan salah satu destinasi unggulan di Stavanger. Berbentuk batuan datar kira-kira seluas seperempat lapangan sepakbola, Preikestolen menjadi menarik karena terletak tepat di bibir tebing fjord, menggantung setinggi 600 meter di atas permukaan air fjord. Anda bisa langsung melompat kalau mau. Monggo… Hahahaa!

frameA_1_f23

Pada awalnya, dengan mengambil waktu satu hari kupikir cukup, ternyata tidak. Setelah menyambung bus dari pelabuhan Tau menuju Jørpeland, saya segera mencari angkutan menuju titik terdekat pendakian ke Preikestolen. Biasanya terdapat bus khusus, tetapi karena musim turis sudah selesai, terpaksa saya menggaruk dompet lebih dalam untuk sebuah taksi. Dari pengemudi taksi inilah saya mendapatkan informasi 2 jam waktu tempuh menuju Preikestolen , yang ternyata lebih dari 2 jam! Hahaha!

Dari resort Preikestolen Fjellstue, setelah melewati Preikestolhytta pintu hutan pinus khas Eropa, jalan setapak tanah berubah menjadi jalan setapak batu. Ini pertama kali saya menjelajah sisi tebing fjord, dan pertama kali pula melihat langsung fjord! Fenomena alam ini merupakan bentukan aktivitas glasial dari sisa zaman es yang mengikis membelah daratan menjadi seperti kanal-kanal panjang dengan dinding curam, langsung menuju ke laut. Dari atas tebing, bisa saya lihat perairan Lysefjorden, di mana ketika musim turis bakal rame berseliweran ferry bolak-balik dari pangkal fjord di desa Lysebotn ke pelabuhan Stavanger. Tapi kali ini saya tidak melihat satu pun ferry. Air terlihat biru tenang, terbayang zaman es kala itu pasti kanal ini tertutup es tebal, setebal semangat saya mencapai Preikestolen, sore itu. Hingga akhirnya saya hanya mencapai 2 danau tenang di tengah gempuran badai. Maka dari itu, kapan-kapan saya mau kemping di sini.

frameA_1_f19

Fakta Preikestolen

Nama lain                            : Pulpit Rock, Hyvlatonnå
Lahir                                      : Sekitar 10.000 tahun lalu di akhir zaman es
Lokasi                                    : Ryfylke, Rogaland, Norwegia; 25 km dari Stavanger
Jarak tempuh                    : 3.8 km satu arah, mendaki beberapa gigiran dan puncakan
Elevasi                                  : 270 meter
Waktu tempuh                 : 3-4 jam PP trekking
Musim mendaki                 : April – Oktober
Iklim                                      : Sejuk dengan karakteristik kelembaban pantai
Peralatan mendaki          : Jaket penahan dingin, angin, dan hujan, sepatu trekking ringan
Akses                                    : Stavanger – Tau (ferry)
Tau – Jørpeland (bus)
Jørpeland – resort Preikestolen Fjellstue (bus/taxi)
Preikestolhytta – Preikestolen (trekking)

Leave a Reply