Everest base-camp trek

Jalur klasik Everest base-camp trek tak hanya membawa kita pada sajian pemandangan paling spektakuler puncak-puncak tertinggi di bumi, tapi juga membawa kita berkelana merasakan kehangatan tradisi suku Sherpa, sekaligus kebersamaan dengan para trekkers dari seluruh penjuru dunia. Bagi para petualang lembah Khumbu, bukan hanya Everest yang membuat tempat ini begitu istimewa, namun pemandangan yang sangat spektakuler dari jajaran pegunungan Himalaya, sejarah dan kultur penduduk lokal, serta interaksi antar para petualang dari berbagai bangsa yang menciptakan atmosfir yang luar biasa.

Rute klasik trek kemah-induk Everest merupakan turunan singkat dari  jalur yang digunakan oleh Tenzing-Hillary yang berhasil memuncaki Everest pada Mei 1953.

pagi yang cerah menampakkan Everest dan Lhotse dari desa Khumjung, 3900 meter dpl.
pagi yang cerah menampakkan Everest dan Lhotse dari desa Khumjung, 3900 meter dpl.

Untuk menjalani rute ini dibutuhkan kurang lebih waktu selama 2 minggu atau 14 hari, dimulai dari desa Lukla menuju desa Namche atau yang disebut sebagai Namche Bazaar (bazaar = pasar) yang menjadi semacam hub antar jalur-jalur yang ada di kawasan Khumbu, dimana umumnya para pejalan akan menginap 2 malam dalam rangka melakukan aklimatisasi, penyesuaian tubuh terhadap ketinggian.

Iring-iringan para trekker, disertai oleh para pemandu dan para pengangkut barang (porter) pun meninggalkan Namche pada pagi hari untuk menjalani etape berikutnya menuju desa Tengboche tempat bermalam berikutnya. Berjalan dijalan setapak yang lebar menyusuri punggungan bukit, sesampainya di persimpangan Kyangjuma yang ditandai oleh berderetnya kios pedagang pernak-pernik khas Tibet, para pejalan akan disuguhi pemandangan spektakuler puncak Ama Dablam yang menjulang tinggi hampir 7000 meter.

 

Everest, Lhotse dan Ama Dablam, dilihat dari persimpangan Kyangjuma
Everest, Lhotse dan Ama Dablam, dilihat dari persimpangan Kyangjuma

Selanjutnya penampakan Everest dan tetangganya: Nuptse, Lhotse akan semakin terlihat saat menyusuri jalan desa sampai di desa Tengboche, yang menandai garis masuk pada ketinggian 4000 meter. Jika waktunya pas, kita akan berkesempatan untuk menyaksikan festival Mani Rimdu yang digelar di biara Tengboche.

Keesokan harinya berjalan menyusuri hutan rhododendron, bunga nasional Nepal maka para pejalanpun sampai di titik aklimatisasi berikutnya diatas 4000 meter, desa Periche atau di desa tetangganya, Dingboche.

Sehari aklimatisasi disini, para trekker akan berlatih naik ke ketinggian 5000 meter di area Chukkung, lalu turun kembali bermalam di Periche atau Dingboche, untuk keesokkannya menyentuh ketinggian 5000 meter di desa Lobuche.

Lobuche merupakan garis batas masuk ke ketinggian 5000 meter dpl. dari sini perjalanan singkat berlanjut ke Gorak Shep dan dapat dilanjutkan di hari yang sama ke Everest base-camp bila waktu memungkinkan.

Titik kulminasi dari trek Everest base-camp adalah puncak bukit Kala Pattar, dengan ketinggian sekitar 5600 meter, titik ini menyajikan pemandangan paling spektakuler ke arah puncak Everest dan dinding selatan gunung tertinggi ini.

Jalur klasik Everest base-camp pun seolah berakhir di hari ke 10 perjalanan, untuk turun melalui jalur yang sama ketika berangkat akan kembali membawa para trekker ke Namche, kemudian turun ke Lukla dan akhirnya kembali terbang ke Kathmandu.

Untuk menjalani trek ini ada 2 musim terbaik yakni saat musim semi, April-Juni atau musim gugur September-November.

Peta jalur trek Everest Base camp 

Itinerari trek Everest Base camp

 

One thought on “Everest base-camp trek

Leave a Reply