Berlomba dengan kabut di Sarongkot

403113_3009021915405_614990770_n

Di Phokara, selain menikmati indahnya danau Phewa, turis pejalan akan berburu penampakan panaroma pegunungan Himalaya. Saat berada di sana pada November 2011, kami berlomba dengan kabut untuk bisa menyaksikan deretan puncak salju itu.

Setelah singgah di Kathmandu yang  berdebu dan Thamel yang vibrant, Phokara adalah kota dengan putaran jam yang lebih lambat. Di tempat ini jangan lewatkan acara berjalan menyusuri tepian Danau Phewa yang romantis. Anda juga bisa singgah di salah satu  restaurant di tepi danau untuk menghabiskan sore sambil menyesap bir dingin dan berbincang ringan dengan para pejalan lain. Saat senja kita bisa menyaksikan selimut kabut yang berlahan menutupi danau, hingga gelap dan lampu-lampu kecil tampak berkelip dari seberang.

DSC_9399

Perburuan panorama cantik puncak-puncak Himalaya dimulai pagi-pagi sekali. Jam empat pagi kami sudah meninggalkan hotel menembus dingin dan kabut untuk menuju Sarongkot, sekitar 45 menit berkendara dari kota Phokara. Menurut beberapa ulasan, kampung kecil yang berada pada ketinggian 1600m ini adalah tempat terbaik untuk menyaksikan deretan puncak salju itu.

“ Sudah beberapa hari ini cuaca terus berkabut, gunung-gunung tidak terlihat, semoga anda beruntung,” ujar supir taxi yang mengantarkan kami.

Turun dari taxi dilanjutkan dengan trekking ringan menuju puncak bukit. Down jacket dan balaclava yang kami kenakan cukup untuk melindungi tubuh dari dingin yang menggigit. Kabut pagi itu ternyata belum berbaik hati buat kami, di puncak bukit, kami hanya menemukan kabut tebal yang menutup semua sajian pagi. Setelah bertahan kurang lebih setengah jam di atas, kami memutuskan untuk turun.

Dua hari kemudian kami menemukan keajaiban itu, mendung yang terus menggantung sepanjang pagi tiba-tiba hilang dihapus sinar mentari yang datang tengah hari itu. Di ujung cakrawala puncak-puncak salju itu bermunculan satu demi satu dari balik awan. Dan kami bergegas kami melompat ke taxi untuk kembali ke Sarongkot

Dhaulagiri (8167m) nampak di bagian barat,  pyramid Machhapuchhare (6997m) nampak menjulang cantik pada deretan yang sama dan Annapurna range berderet anggun di sebelah Timur. Menurut beberapa orang, penampakannya belum sempurna karena sebagian masih tertutup kabut, tapi tetap  keren bangeettt..! bisa dibayangkan seperti apa cantiknya deretan puncak salju  itu dalam cuaca yang benar-benar sempurna. Kota Phokara dan Danau Phewa juga terlukis indah dari puncak bukit ini. Berada di sana siang itu, sesuatu banget deh!

Sebuah ulasan dari situs para pejalan menggambarkan Sarongkot sebagai berikut

A site not to be miss ! worth every minute of the getting up for the sunrise. The mountains come alive…a spectacular dance of dark to light, from golds to silver to reds to purples…another show of Mother Nature

Sayangnya kami belum beruntung bisa menyaksikan spectacular dance itu, semoga pada kunjungan berikutnya, semoga ..semoga…

Leave a Reply