Mendarat di Bandara Paling Berbahaya di Dunia

“Noooo… We’re gonna die!”, teriak salah satu penumpang di pesawat beberapa saat ketika akan mendarat. Dia teriak seperti ketakutan. Di depan terlihat Tenzing-Hillary Airport menunggu kedatangan kami. Kami bisa melihat dengan jelas lewat jendela pilot di depan, maklum pesawat yang kami tumpangi berukuran kecil, sebuah pemandangan yang unik. Bandara tersebut terlihat miring menanjak di sebuah punggungan gunung. Tentu saja ini adalah pengalaman yang mendebarkan. Apalagi bandara ini memiliki julukan bandara paling berbahaya di dunia versi History Channel.

Tersenyum mendengarnya, maklum suasana saat itu sangat menyenangkan. Maklum baru beberapa menit sebelumnya kami menikmati keindahan puncak-puncak gunung es yang indah dari udara. Beberapa saat kemudian pesawat Yeti Air yang kami tumpangi pun mendarat dengan mulus di landasan menanjak setinggi 11 lantai bangunan tersebut. Akhirnya kami menginjakkan kaki di airport kecil yang cukup terkenal ini. Nama Airport ini diambil dari nama dua pendaki pertama yang mencapai puncak Mt. Everest, Sherpa Tenzing Norgay  dan Sir Edmund Hillary.

Lukla Airport
Lukla Airport

Ini adalah awal perjalanan kami menuju Everest Base Camp atau dikenal juga dengan EBC. Kami berencana untuk melakukan trekking ke EBC melewati  Namche Bazaar, lalu searah jarum jam mengambil jalur Barat ke arah Gokyo Ri 5.357 mdpl untuk melihat danau Gokyo yang terkenal indah, lalu menyebrangi celah Cho La Pass 5.370 mdpl, sebelum akhirnya sampai di Gorakshep. Dari Gorakshep kami berencana melakukan trekking ke EBC dan mendaki Kala Patthar 5.545 mdpl, lalu pulang melalui jalur Timur melewati kaki Mt. Ama Dablam yang indah dan Tengboche Monastery yang terkenal. Pada kesempatan berikutnya kami akan mencoba menuliskan lebih lengkap pengalaman unik ini.

EBC Trekking Map
EBC Trekking Map

Lukla adalah kota kecil tempat para trekker singgah sebelum memasuki Sagarmatha National Park. Sebuah cagar alam dan budaya yang masuk World Heritage List UNESCO. Jangan heran jika menemukan banyak sekali turis dan porter di tempat ini.  Di kota ini, kami bertemu dengan Porter yang akan membantu kami selama perjalanan nanti. Setelah menikmati makan siang, kami pun segera berkemas untuk menuju Phakding sebelum malam tiba. Sepulang kami dari trekking EBC, saya pun menyempatkan untuk mendokumentasikan momen saat pesawat kami lepas landas dari airport ini.

Travel Tips: Lukla dapat dicapai dari Kathmandu dengan pesawat, atau lewat jalur darat melalui Jiri. Jalur darat akan memakan waktu sekitar 1 hari bus dan 6 hari trekking. Di kota kecil ini terdapat banyak penginapan untuk backpacker. Terdapat bank, restoran, toko kebutuhan sehari-hari, toko cinderamata, dan juga toko perlengkapan outdoor. Manfaatkanlah kesempatan untuk menukarkan uang atau mengambil uang di ATM di kota ini. Kesempatan berikutnya untuk menemukan ATM hanya ada di Namche Bazaar. Hindari penggunaan kartu kredit karena rawan  penipuan. Cuaca di Lukla sangat tidak dapat diprediksi. Penerbangan pun sering dibatalkan.Kami pun mengalami 2 hari terdampar di kota ini. Oleh karena itu selalu lebihkan jumlah hari dalam rencana perjalanan anda. Tulisan, Foto, dan Video oleh Fedi Fianto.

Peta Lokasi:

icon-car.pngKML-LogoFullscreen-LogoQR-code-logoGeoJSON-LogoGeoRSS-LogoWikitude-Logo
Tenzing Hillary Airport

loading map - please wait...

Tenzing Hillary Airport 27.687778, 86.731389

Fedi Fianto

Selain melakukan kegiatan Mountaineering; Ia juga menekuni olahraga Triathlon, Obstacle Race, dan Scuba Diving. Ia selalu berusaha untuk “doing extra miles” di setiap tantangan yang dipilihnya. Sampai saat ini ia telah berhasil menyelesaikan 2x IRONMAN Race; IRONMAN Western Australia dan IRONMAN Korea, yaitu long distance triathlon dengan jarak renang 3,8km, sepeda 180km, dan lari 42km (Full Marathon), Tokyo Marathon, dan Spartan Beast Malaysia.

6 thoughts on “Mendarat di Bandara Paling Berbahaya di Dunia

Leave a Reply