Leg aching, lung gasping, heart burning bliss

Cause, baby, you’re a firework

Come on, show ‘em what you’re worth

Made em’ go “Oh, oh, oh”

As you shoot across the sky-y-y

Bayangkan anda mendengarkan  beat-beat lagu tersebut dengan volume suara kuat yang keluar dari system audio yang sempurna, badan anda bergerak liar mengikuti irama music , keringat mengucur deras , mungkin anda akan ikut berteriak saat lagu mencapai klimaks.

Saya tidak mendengarnya di tempat clubbing ternama di Jakarta, tapi saya mendengarnya pagi tadi di  salah satu pusat kebugaran di pusat Jakarta, dengan kaki yang mengayuh cepat pedal sepeda statis, tubuh yang basah oleh keringat dan sesekali teriakan keras karena berhasil menyelesaikan sebuah trek sesuai dengan arahan dari instruktur yang ada di depan.

Kalau anda menebak saya barusan ikut kelas RPM, seratus buat anda !

RPM

RPM disebut juga Rhythm of Powerful Music, adalah kelas gowes indoor menggunakan sepeda statis dilengkapi dengan pengatur  berat ringan  beban kayuhan, sambil diiringi dentuman musik yang bertempo cepat.

Benar cuma indoor cycling, tapi jangan salah, di kelas RPM kita akan diajak untuk melewati berbagai macam lintasan medan, mulai dari trek lurus dimana kita bisa mengayuh pedal layaknya sprinter professional, tanjakan ringan, lintasan perbukitan, sampai  masuk pada trek pembantaian,  gabungan antara racing dan climbing.

Kita juga akan diajak  berimajinasi untuk adu sprint dengan beberapa penggowes yang ada di depan kita.. sang instruktur akan berteriak standing attack,  attack it, smash it dan meminta kita untuk mengayuh as fast as possible saat adegan menyalip lawan. Puncaknya,  imajinasi kita akan dibawa jauh hingga lintasan balap Tour De France, melakukan standing climb untuk melewati   tiga puncak gunung, “ move your body side to side” teriak sang instruktur pada trek mountain climbing itu.

Mengayuh pedal sambil diiringi musik yang bertempo cepat ini memang beda rasanya. Dentuman musik membuat lupa pedihnya otot-otot kaki dan paru-paru yang harus bekerja keras selama 55 menit untuk menuntaskan 9 trek varian medan yang berbeda. Lagu-lagu dengan tempo cepat itu terus menstimulus otak untuk memacu kayuhan pedal. Kayuhan jadi makin kencang saat mendengar beat menanjak Firework-nya Katy Perry  disambung dengan Move like Jagger-nya Marron 5, dan seterusnya

Menurut Les Mills, si pencetus RPM ini, kalori yang dibakar selama 55 menit itu adalah 675 kalori, massive banget kan. Dan coba lihat sederet keuntungannya : meningkatkan cardiovascular fitness, membakar lemak, membentuk dan mempercantik bentuk kaki, pinggul dan bokong, meningkatkan kekuatan kaki dan daya tahan otot, dan yang terakhir apa coba,  “release endorphins to leave you with a natural high, ” ini penting banget kakak 😀

Jadi pada menit akhir, saat seluruh tubuh basah kuyup dengan keringat, hormone endorphin juga mengalir dengan deras, ah ini dia multi-gasm, bicyclegasm dan eargasm 😀

One thought on “Leg aching, lung gasping, heart burning bliss

Leave a Reply