Menemukan Shangri-la

Nepal identik dengan Himalaya. Gunung gunung berselimut salju. Atap Dunia. Roof of the World. Tempat para dewa bertahta. Shangri-La. Everest. banyak lagi kata kunci yang terkait dengan Nepal. Negara kecil seluas pulau Jawa, serta memiliki bentuk yang mirip dengan pulau Jawa ini akhir-akhir ini semakin menjadi tujuan wisata.

043

Mungkin di masa lampau, hanya yang memiliki hobi naik gunung atau mendaki saja yang terpikir dan bermimpi berangan-angan ingin mengunjungi Nepal untuk sekedar menyaksikan jajaran pegunungan Himalaya. Kini siapapun, bukan hanya para pecinta gunung, akan tersedot untuk datang mengunjungi Nepal yang sarat akan tempat-tempat indah, wisata petualangan dan wisata budaya yang menarik. Dan so pasti trekking, istilah untuk aktifitas jalan kaki di pegunungan, tanpa melibatkan keahlian memanjat (climbing) telah menjadi aktifitas utama para wisatawan di negeri atap dunia ini.

Penerbangan dari Jakarta menuju Kathmandu, ibukota Nepal umumnya melakukan transit di Singapura, Bangkok, atau Kuala Lumpur.  Dewasa ini semakin banyak turis terutama model backpacker yang memasuki Nepal melalui jalur darat dari India. Untuk memasuki wilayah negeri ini bagi kita warga Indonesia termasuk mudah, karena Nepal memberlakukan visa saat kedatangan atau Visa on Arrival (VOA). Begitu mendarat di bandara internasinal Tribuvan, para turis bisa langsung berbaris untuk memperoleh visa.

Kapan saat yang tepat untuk mengunjungi Nepal? Nepal memiliki 4 musim yakni :

Musim Semi/Spring : sekitar bulan Maret sampai bulan Mei, ketika pemandangan sangat indah karena bunga bermekaran. Kemudian musim hujan yang juga disebut monsoon: yang jatuh pada bulan Juni sampai Agustus ketika cuaca dominan hujan, terutama di bulan Juli dan Agustus, pemandangan umumnya tertutup awan tebal. Musim Gugur atau Autumn pada sekitar bulan September sampai November, musim ini merupakan peak season padat dengan turis, karena kondisi langit yang lebih cerah daripada musim semi, meski di beberapa daerah terutama di pegunungan kadang turun salju yang menambah cantiknya pemandangan. Terakhir adalah musim Dingin atau winter yang mulai pada bulan Desember dan berakhir pada bulan Februari, saat cuaca dingin membeku, yang menyebabkan jumlah turis tidak banyak.

Jadi kapan saat yang paling tepat untuk menapaki Shangri-La Himalaya ini? Pilihannya adalah di musim semi atau musim gugur.

Mengunjungi Nepal untuk melakukan trekking sangat kaya akan variasi jalur, begitu banyak area yang bisa ditapaki, dijelajahi. Namun sang waktu jualah yang akan membatasi para trekker. Beberapa menu trekking jalur normal minimal membutuhkan waktu 7 hari, maksimal 3 minggu. Dua daerah yang paling terkenal paling banyak menyedot kehadiran turis trekkers, adalah Everest region dan Annapurna region.

Mendiskusikan, membahas itinerary trekking di Nepal memang sudah menciptakan keasyikan tersendiri, seolah tidak pernah ada habisnya, karena memang banyak sekali variasi trails yang bisa ditempuh, yang kesemuanya menawarkan keindahan Shangri-La.

Tim Gapai Tinggi akan menyambangi kawasan Everest Region pada musim gugur 2013 dalam rangka menggapai puncak gunung Ama Dablam. Gapai Shangri-La mu kawan! Jika rekan-rekan tertarik untuk bergabung melakukan trekking bersama di kawasan ini. Atau sekedar ikut merasakan keasyikan merancang perjalanan menyusuri area Everest silakan stay-tune di laman ini. Kami akan berbagi tips trekking hemat di kawasan Himalaya serta jalan-jalan hemat di Nepal di edisi selanjutnya.

One thought on “Menemukan Shangri-la

  • February 26, 2013 at 12:30 pm
    Permalink

    dingiiiiiiiiiiiinnnnn kamera musti pake pelindung tuh

    Reply

Leave a Reply