Satu Tahun berlatih

Dalam beberapa hari ke depan Tim Gapai Tinggi akan menggenapkan masa satu tahun latihan fisik untuk mempersiapkan ekspedisi pendakian ke Gunung Ama Dablam pada musim gugur tahun ini.

Saya ingin mengatakan itu adalah satu tahun yang penuh dengan keringat,  3-4 kali dalam seminggu, saya selalu berusaha meluangkan waktu untuk berlatih meningkatkan endurance dan kebugaran tubuh, baik secara individu maupun bersama dengan anggota tim yang lain

stairs exercise
stairs exercise

Latihan yang rutin saya lakukan adalah berlari, bersepeda, dan latihan beban. Pertimbangannya sederhana, murah dari segi biaya, bisa dilakukan kapan dan di mana saja, bahkan bisa dimulai tepat begitu pintu rumah dibuka.

Ada banyak pagi saat semua otot-otot di tubuh memberikan perintah untuk tetap tinggal di pembaringan  yang hangat, sementara di saat yang sama ada perintah tegas di kepala saya, ayo bangun dan berlatih. Ada banyak juga malam-malam selepas kerja saat saya harus berjuang mengalahkan keinginan untuk leyeh-leyeh saja di sofa yang nyaman dan memilih untuk mengambil headlamp dan mulai berlari. Ah setahun terakhir ini paling tidak saya sudah menjadi motivator handal buat diri saya sendiri

Hujan juga bukan alasan untuk tidak berlatih, gerimis kecil dan udara dingin masih bisa disiasati dengan raincoat dan topi. Sebagai contoh, saat hujan melanda Jakarta dengan hebat beberapa waktu lalu, di dalam rumah, saya menghabiskan waktu  untuk  bermain barbell dengan beberapa seri gerakan yang berbeda, sit up, push up, pull up puluhan kali dan berlatih melenturkan tubuh, sampai saya nyaris jatuh terlelap di atas matras.

Coba tengok punggung dan bahu saya, di luar area yang terbalut singlet, semuanya habis terbakar matahari. Beberapa kuku di kaki saya juga menghitam dan mengapal.

Saat-saat weekend juga penuh warna sendiri, berusaha membagi waktu antara latihan, beraktivitas dengan partner dan menemani si kecil juga merupakan sebuah tantangan tersendiri. Sering, dengan running jersey yang masih basah saya menemani  partner blusukan di pasar, atau berlatih turun naik bukit sambil menemani si kecil pesiar dengan teman-temannya camping dan hunting foto, juga bersepeda dari rumah untuk mengunjungi orang tua dan kerabat. Saya selalu bersyukur  mempunyai orang-orang terdekat yang mau mengerti dan mensupport habis aktivitas saya.

Benar, sesekali virus bosan itu memang datang menyergap. Pernah, baru saja saya berlari satu putaran dan kaki saya menolak untuk berlari lagi betapapun saya berusaha memaksanya, beberapa langkah dan berhenti lagi, demikian berulang-ulang. Kesempatan berikutnya saya mencoba berlatih di tempat yang berbeda, juga berlatih pada jam yang berbeda. Strategi tersebut cukup berhasil.

Melakukan variasi latihan juga bisa mencegah kebosanan. Selain berlari, variasi latihan yang kami lakukan adalah bersepeda, trail running, sky running, berenang, berlatih beban, panjat tebing,  mendaki cepat dengan beban dan ikut serta dalam beberapa event lomba lari, duathlon, juga triathlon.

Trail Running Sentul
Trail Running Sentul

Latihan rutin ini secara berangsur-angsur membentuk pola hidup saya yang baru, pola hidup yang lebih sehat. Saya tidak lagi sembarang memakan makanan yang saya suka seperti sate & sup kambing, bebek goreng, gorengan yang yahud rasanya itu. Mengkonsumsi makanan yang lebih sehat, sayur mayur dan vitamin adalah sebuah keharusan. Tidur saya juga jauh lebih teratur dan berkualitas.

Rajin berlatih juga memberikan banyak energi positif dan kreatif  untuk menjalani hidup,  tidak mudah patah, dan tetap bersemangat. Pastinya setahun ini saya jauh lebih bugar dibanding sebelumnya. Saya juga menjadi lebih percaya diri untuk bisa menaklukan diri saya sendiri saat menghadapi tantangan-tantangan fisik untuk periode latihan ke depan.

Delapan bulan menjelang ekspedisi ini, disamping mempertajam latihan endurance dan tehnik pendakian, tim juga akan memberikan porsi latihan khusus untuk simulasi pendakian.

 

 

 

3 thoughts on “Satu Tahun berlatih

  • February 24, 2013 at 12:51 pm
    Permalink

    Semangat terus sahabat, tabah sampai akhir dan semoga sukses menjejakan kaki di puncak puncak dunia

    Reply
    • February 24, 2013 at 1:06 pm
      Permalink

      @ Mustofa Era, terima kasih untuk support-nya

      Reply
  • February 25, 2013 at 1:32 pm
    Permalink

    Congrat bro, smg sukses !

    Reply

Leave a Reply