Berjalan Seperti Koboi

“Berjalan seperti koboi!” itu yang diingatkan guide kami ketika pertama kalinya kami berjalan di atas es. Ya, di atas es bukan di atas salju. Persis di kaki gunung Hvannadalshnúkur, gunung tertinggi di Iceland, yang juga merupakan bagian dari Taman Nasional Vatnajökull. Nama yang sangat sulit dilafalkan orang Indonesia ^ ^. Es biru yang kami pijak ini merupakan bagian dari Glacier terbesar di Eropa, dan kedua terbesar di dunia setelah Svalbard. Luasnya tidak kurang dari 8.100 km persegi.

Tidak hanya buat orang Indonesia yang tinggal di seputar Katulistiwa, buat bangsa lainnya pun pemandangan yang kami liat di bagian selatan Iceland ini sangat spektakuler. Gunung es yang hampir bersentuhan dengan laut, bebatuan cadas, langit biru, rerumputan, dan warna yang sangat kontras akibat sudut datang sinar Matahari yang tajam.  Kami tidak henti-hentinya mencoba mendokumentasikan apa yang kami liat, walaupun hanya yang bisa ditangkap oleh mata saja. Selebihnya kami hanya bisa bilang itu harus dirasakan sendiri…

Hvannadalshnúkur's Glacier
Hvannadalshnúkur’s Glacier

Keberadaan saya dan rekan setim Nikk adalah untuk mendapatkan pengalaman panjat es untuk bekal ekspedisi Ama Dablam yang rencananya akan kami lakukan di musim gugur Tahun 2013 ini. Berjalan di atas es ternyata sangat berbeda dengan pengalaman kami sebelumnya. Ketika menggunakan Crampons kami harus melebarkan kaki seperti Koboi, agar ujung paku di depan sepatu tidak tersandung belakang kaki lainnya. Di saat yang sama kami harus menjaga keseimbangan ketika naik dan turun tebing es. Berbeda dengan teknik Alpine Climbing dengan sepatu bot yang kami pelajari sebelumnya, ketika turun misalnya berat badan harus diposisikan sedikit di belakang (kebalikannya jika berjalan di batu yang mengandalkan friksi). Sepatu yang kami gunakan juga harus memiliki sol yang sangat kaku, ini berbeda dengan berjalan di salju dengan Crampons, yang bisa menggunakan sol yang sedikit fleksibel.

Di tebing Es Biru ini kami melakukan beberapa simulasi latihan yang dipandu guide kami Einar Sigurdsson. Latihan yang kami lakukan di antaranya; teknik memegang Kapak Es, posisi recovery ketika jatuh, berjalan menyusuri tebing es, dan memanjat tebing es. Tentu saja memanjat tebing es merupakan hal yang paling menarik buat kami dan akan coba saya tulis pada kesempatan berikutnya.

Ice Crevasse at Hvannadalshnúkur
Ice Crevasse at Hvannadalshnúkur

Travel Tips: Hvannadalshnúkur berada di sebelah selatan Iceland. Bisa dicapai dari ibukota Iceland, Reykjavik, dengan menyewa mobil jenis citycar, atau  naik bis tur, selama 2 hari perjalanan ke Skaftafell. Pada hari pertama anda bisa menginap semalam di Vic, sebuah kota kecil di tepi pantai yang indah. Apabila panjat es dirasa terlalu sulit, masih banyak hal menarik di sini, misal: glacier walking, foto lansekap, dan naik boat di Jökulsárlón, tempat shooting Film James Bonds “Die Another Day”, Tomb Rider, dan Batman Begin ini pasti sangat menarik untuk dikunjungi. Tulisan dan foto oleh Fedi Fianto.

Peta Lokasi:

icon-car.pngKML-LogoFullscreen-LogoQR-code-logoGeoJSON-LogoGeoRSS-LogoWikitude-Logo
Hvannadalshnúkur

loading map - please wait...

Hvannadalshnúkur 64.015833, -16.674722

 

Fedi Fianto

Selain melakukan kegiatan Mountaineering; Ia juga menekuni olahraga Triathlon, Obstacle Race, dan Scuba Diving. Ia selalu berusaha untuk “doing extra miles” di setiap tantangan yang dipilihnya. Sampai saat ini ia telah berhasil menyelesaikan 2x IRONMAN Race; IRONMAN Western Australia dan IRONMAN Korea, yaitu long distance triathlon dengan jarak renang 3,8km, sepeda 180km, dan lari 42km (Full Marathon), Tokyo Marathon, dan Spartan Beast Malaysia.

2 thoughts on “Berjalan Seperti Koboi

  • May 27, 2013 at 7:08 pm
    Permalink

    what an adventure..cool

    Reply
    • May 28, 2013 at 11:23 am
      Permalink

      Thanks 🙂

      Reply

Leave a Reply