Ekspedisi Ama Dablam 2013

Bagi para pemanggul ransel  yang  pernah melakukan penjelajahan  ke Everest Base Camp, pastinya sudah tidak asing dengan gunung yang satu ini. Sosoknya yang menjulang indah di langit bagian timur Khumbu Everest seperti menyihir siapapun  yang melintas kawasan tersebut. Gunung setinggi 6856 meter ini juga dinobatkan sebagai salah satu gunung terindah di dunia.

Ama Dablam artinya kalung ibu. Dua punggungan panjang yang terletak di sebelah kanan dan kiri gunung Ama Dablam seperti tangan-tangan ibu  “Ama” yang melindungi anaknya. Sedangkan gletser yang menggantung di sisi bagian barat gunung ini  diibaratkan seperti bandul  kalung (liontin)  “ Dablam”  yang biasa dipakai oleh Sherpa perempuan  di sana.

Mt Ama Dablam
Mt Ama Dablam

Gunung ini pertama didaki pada bulan Maret 1961 oleh team ekspedisi gabungan dari NZ, UK dan USA yang dipimpin oleh Sir Edmund Hillary.  Pada awalnya Sir Edmund Hillary sempat mengatakan gunung Ama Dablam adalah gunung yang tidak mungkin untuk didaki unclimbable, namun kemudian dia meralatnya menjadi fantastically difficult.

Tim ekspedisi ini merintis jalur South West Ridge – Punggungan Barat Daya , yang kemudian menjadi jalur populer untuk mencapai puncak Ama Dablam. Sebuah jalur pendakian dengan metode Himalayan klasik yang mengesankan dan relative aman dibanding beberapa jalur yang lain.

Terpesona dengan gunung ini, Sue Giller, pendaki dari Amerika yang mendaki gunung Ama Dablam melewati jalur Punggungan Barat Daya pada tahun 1982, mengekspresikan pendakiannya sebagai “A near perfect climb on a near perfect mountain.”

Jalur Punggungan Barat Daya

Pendakian gunung Ama Dablam akan dimulai dari base camp yang berada pada ketinggian 4.450m. Perjalanan menuju camp 1 yang berada pada ketinggian 5.400m  akan menyuguhkan pemandangan indah deretan gunung es  di bagian barat Himalaya.  Menjelang tiba di camp I akan melalui sebuah daerah yang disebut sebagaiGranite Boulder Field.

Camp I menuju  Camp II (5.750m)

Selepas camp 1 pendaki sudah harus mulai menggunakan tali pengaman karena  terjalnya medan yang harus dilalui, baik pada tebingan batu juga lereng bersalju. Tepat sebelum camp 2 para pendaki akan dihadapkan pada Yellow Tower, pendaki harus akan memanjat tebing batu curam  ini dengan alat bantu naik, jumar, untuk bisa tiba di atasnya.

Camp 2 menuju Camp 3 (6400m)

Tantangan terbesar menuju camp 3 adalah tebing batu curam berbentuk menara yang  berselimut salju setinggi 20m yang disebut Grey Tower. Rute pendakian kemudian berlanjut dengan medan curam  menuju Mushroom Ridge, igir-igir sempit yang diselimut salju, hingga tiba di teras dekat dengan dataran salju lokasi camp 3. Bagian akhir menuju puncak adalah dinding es dengan tingkat kemiringan 40 derajat disambung dengan padang salju sebelum akhirnya  di puncak Gunung Ama Dablam.

Menggunakan metode pendakian Himalayan, pendakian ke Puncak Ama Dablam dari Base camp akan memakan waktu kurang lebih 15 hari . Termasuk dalam 15 hari tersebut adalah proses aklimatisasimengatur dan memindahkan perbekalan daribase camp ke camp-camp berikutnya, dan  menambah ketinggian secara bertahap.

Musim gugur tahun 2013, tim Gapai Tinggi dari kalangan professional dan  peminat kegiatan petualangan alam bebas dari Jakarta berencana untuk mendaki Gunung Ama Dablam yang  terletak di jantung wilayah Khumbu Everest, tepatnya di lintasan jalur menuju Everest Base Camp.  # Dari berbagai sumber.

Fedi Fianto

Selain melakukan kegiatan Mountaineering; Ia juga menekuni olahraga Triathlon, Obstacle Race, dan Scuba Diving. Ia selalu berusaha untuk “doing extra miles” di setiap tantangan yang dipilihnya. Sampai saat ini ia telah berhasil menyelesaikan 2x IRONMAN Race; IRONMAN Western Australia dan IRONMAN Korea, yaitu long distance triathlon dengan jarak renang 3,8km, sepeda 180km, dan lari 42km (Full Marathon), Tokyo Marathon, dan Spartan Beast Malaysia.

10 thoughts on “Ekspedisi Ama Dablam 2013

  • Pingback: Everest base-camp trek | Gapai Tinggi

    • April 12, 2013 at 11:20 am
      Permalink

      Dear Temans,

      Apakah ekspedisi ini terbuka bagi siapa saja yang berminat.

      Salam,
      Yossi

      Reply
      • April 16, 2013 at 11:09 am
        Permalink

        Hi Yossi,
        Karena persiapan dan latihan untuk ekspedisi ini sudah berjalan setahun, saat ini sudah terbentuk tim pendaki. Tapi kami tetap terbuka apabila rekan2 ingin ikut bersama kami dalam proses aklimatisasi dengan trekking ringan seputar Tengboche dan Everest Base Camp…

        Reply
    • July 19, 2013 at 12:25 pm
      Permalink

      Yuk pak Arsi masi ada slot kosong, pertengahan November 2013… Tapi latihan dulu ya hehehe…

      Reply
    • October 8, 2013 at 4:44 pm
      Permalink

      Tim akan berangkat tanggal 29 Oktober 2013 dari Jakarta. Transit di Kuala Lumpur lalu menuju Kathmandu pada hari yang sama. Mohon doa dan dukungannya ^ ^

      Reply
  • October 9, 2013 at 12:30 am
    Permalink

    insya ALLAH saya berangkat, solo trekking .. hanya ke Mera Peak, tgl 1 Nov 2013 🙂

    Reply
    • October 22, 2013 at 3:22 pm
      Permalink

      Mera peak keren juga tuh, apa lagi di bulan November 🙂

      Reply
  • November 28, 2013 at 7:56 pm
    Permalink

    Selamat atas pencapaiannya kawan!…Gunung cantik, sesuai namanya…indah sekali diatas sana ya….:)

    Reply

Leave a Reply